A A A
SUARA UTAMA, Probolinggo – Masyarakat kabupaten Probolinggo ikut angkat bicara, atas beredar nya informasi di media online perihal dugaan oknum bermain anggaran pengadaan gizi kering dan basah di RSUD Waluyo jati kecamatan Kraksaan kabupaten Probolinggo provinsi Jawa Timur. Bahkan pengadaan barang dan jasa lain nya diduga terjadi hal yang sama. 13/11/2025.
Dalam pemberitaan sebelumnya, oknum pihak RSUD Waluyo jati memilih diam, enggan menjawab konfirmasi media sampai saat ini, Perihal pengadaan gizi bahan kering dan basah. Sehingga semakin kuat dugaan ada oknum yang memainkan anggaran tersebut demi meraup keuntungan pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, diam nya oknum pihak RSUD Waluyo jati, diduga kuat sedang mengumpulkan data data serta menyiapkan, menyelaraskan jawaban/klarifikasi nantinya. Jika anggaran pengadaan gizi bahan kering dan basah sesuai dan terbuka untuk publik, siapapun yang meminta informasi, pastinya oknum pihak rumah sakit Waluyo jati langsung menjawab nya.
Beredar nya informasi dugaan oknum yang bermain anggaran pengadaan gizi bahan kering dan basah. Mendapat tanggapan yang serius dari warga kabupaten Probolinggo “MA” menurut nya, diam nya oknum pihak RSUD Waluyo jati, bukti tertutup keterbukaan informasi publik.
“Menanggapi beredar nya informasi oknum pihak RSUD Waluyo jati yang diduga bermain anggaran. Dan pihak RSUD tidak menjawab seperti yang telah di sebutkan dalam media online. Maka, hal tersebut membuktikan tertutup nya keterbukaan informasi publik. Kepada media sudah tidak menjawab, apalagi kepada masyarakat kecil. “Ucap nya.
BACA JUGA : PERMA 3/2025 Dinilai Perkuat Kepastian Hukum Penindakan Kejahatan Pajak
Ia menambahkan, dalam pengelolaan anggaran pengadaan barang dan jasa jika di kelola dengan benar, maka akan terbuka kepada siapa pun. Dengan demikian, Ia menduga dalam pengadaan barang dan jasa di luar pengadaan gizi kering dan basah, terjadi hal yang sama.
“Jika dalam mengelola anggaran itu benar sesuai aturan dan undang-undang. Maka siapapun yang bertanya pasti langsung di Jawab nya. bukan masih sibuk mengumpulkan data dan mempersiapkan jawaban. Oleh karenanya, maka patut diduga pula dalam pengelolaan anggaran yang lain juga ada ke tidak beresan. “Imbuh nya.
Melalui Sekrataris dinas kesehatan kabupaten Probolinggo”dr Dewi Veronica” saat di mintai tanggapan nya pada tanggal 11 November 2025 melalui pesan singkat whatsap. Ia meneruskan hasil konfirmasi nya melalui Humas RSUD Waluyo jati. “Dua hari ini sedang mengumpulkan data pendukung dok, dan segera kami klarifikasi kepada media terkait dok. “Pesan yang di teruskan oleh Sekrataris Dinas kesehatan.
Penulis : Ali Misno
Berita Terkait
Proyek Pemeliharaan Saluran Sekunder Sebaung, Terindikasi Dugaan Praktek Korupsi Komponen Anggaran K3
Renovasi Atap Gedung Perpustakaan Desa Alassapi Jadi Sorotan Publik, PJ Kades Mengaku Tidak Tau Besar Nya Anggaran
BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Pada Korban Atap Rumah Ambruk Desa Matekan
Pengajian dan Bazar Ramadhan 1447 H: Semangat Berbagi Menggema dari Padukuhan Sumbergamol
Hari ke-10 Ramadhan, Komunitas Muslimah Mulia Kembali Bagikan Takjil Magnet Rezeki Box
Publik menunggu Nyali Kejari Kab. Probolinggo Usut Tuntas Kasus Dana Hibah PDAM dan PRIM
Atap Rumah Warga Matekan Ambruk, Korban Belum Tersentuh Bantuan Apapun Dari Pemerintah
BPP KOMPASS Paparkan Program Kerja, 45 Mahasiswa Papua Se-Sumatera Hadir
Berita ini 120 kali dibaca
Tag : Dinkes Gizi Kemenkes pengadaan Probolinggo Puskesmas RSUD
Berita Terbaru
Nasional
Proyek Pemeliharaan Saluran Sekunder Sebaung, Terindikasi Dugaan Praktek Korupsi Komponen Anggaran K3
Nasional
Renovasi Atap Gedung Perpustakaan Desa Alassapi Jadi Sorotan Publik, PJ Kades Mengaku Tidak Tau Besar Nya Anggaran
Nasional
BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Pada Korban Atap Rumah Ambruk Desa Matekan
Nasional
Pengajian dan Bazar Ramadhan 1447 H: Semangat Berbagi Menggema dari Padukuhan Sumbergamol
Berita Utama
Hari ke-10 Ramadhan, Komunitas Muslimah Mulia Kembali Bagikan Takjil Magnet Rezeki Box
Nasional
Publik menunggu Nyali Kejari Kab. Probolinggo Usut Tuntas Kasus Dana Hibah PDAM dan PRIM