SURABAYA - Muhammad Faridz Afif, yang akrab disapa Mas Afif, selaku Ketua Komisi B DPRD Surabaya, melaksanakan kegiatan reses pada Sidang II Masa Persidangan I tahun 2025 dengan mengunjungi wilayah RW 8 di kelurahan Tanah Kali Kedinding. Kunjungan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait masalah infrastruktur yang dihadapi di daerah tersebut.
Dalam kunjungannya, Mas Afif mencatat beberapa masalah mendesak, antara lain sejumlah kampung yang masih belum dipaving dan berada dalam kondisi tanah. "Salah satu yang paling mendesak adalah beberapa kampung yang masih belum dipaving dan masih berupa tanah," ujarnya.
Warga setempat juga mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait belum adanya box culvert dan penerangan jalan umum (PJU) di Kampung Pogot Palem. "Saya akan segera menyampaikan keluhan ini ke Pemerintah Kota agar ditindaklanjuti. Kita perlu memahami kenapa pengajuan-pengajuan ini dari sebelum pandemi COVID-19 belum terealisasi," tegasnya.
Di lokasi lain, tepatnya di Tambak Wedi, Mas Afif mengungkapkan kebutuhan mendesak akan pembangunan jalan tembusan yang dapat menghubungkan berbagai wilayah, sehingga mobilitas warga menjadi lebih lancar. Ia juga menyoroti pentingnya sambungan jembatan antara Kelurahan Bulak Banteng dan Kelurahan Tambak Wedi di sisi utara Sungai Kalitebu, yang menjadi prioritas untuk mempermudah akses bagi warga di daerah padat penduduk.
Di Bulak Banteng, masalah banjir masih menjadi keluhan utama. Warga mengungkapkan bahwa banjir sering melanda kawasan tersebut akibat sistem pembuangan air yang belum tuntas, terutama di jalur utama menuju kampung. Mereka juga mengusulkan pembangunan sekolah dasar (SD) negeri baru di lokasi strategis. "Terdapat aset tanah besar di belakang Puskesmas Bulak Banteng yang sangat cocok untuk dijadikan lokasi sekolah baru," tambah Faridz.
Mas Afif, yang berasal dari Fraksi PKB DPRD Surabaya, menekankan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur drainase sebagai langkah untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda kawasan utara Surabaya. Menutup kunjungan resesnya, Faridz menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya agar berbagai usulan masyarakat dapat segera dianggarkan dan direalisasikan. "Kami akan pastikan aspirasi warga ini tidak berhenti sampai di sini," tutupnya.