Kekhawatiran Warga Gaza Terhadap Gencatan Senjata dengan Israel
Suara Warga

Kekhawatiran Warga Gaza Terhadap Gencatan Senjata dengan Israel

Warga Gaza, Abeer Z Barakat, menyatakan rasa senangnya atas gencatan senjata yang kembali terjalin antara Hamas dan Israel. Abeer, yang juga merupakan dosen bahasa Inggris di UCAS Gaza, mengungkapkan bahwa gencatan senjata ini memberikan harapan untuk menghentikan pembantaian berdarah, meskipun ia dan warga lainnya tetap merasa cemas.

Menurut Abeer, kekhawatiran terbesar mereka adalah kemungkinan Israel akan mengkhianati gencatan senjata setelah semua tawanan dipulangkan. "Kami pikir Israel akan mencari dalih atau skema apapun untuk mematahkan gencatan senjata ini," ujarnya dalam pesan suara yang diterima pada Selasa (14/10/2025).

Abeer juga mengkritik jumlah tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel, yang dianggapnya tidak memenuhi harapan. Ia menegaskan bahwa masih banyak tahanan Palestina, terutama perempuan dan anak-anak, yang ditahan secara brutal setelah 7 Oktober. "Kami meminta semua tahanan, baik Israel maupun Palestina, untuk dibebaskan," tambahnya.

Sebelumnya, Israel mengklaim telah membebaskan 1.966 warga Palestina dari penjara. Mereka telah diangkut dengan bus untuk dikembalikan ke rumah masing-masing. Israel juga menjanjikan untuk membebaskan ratusan tahanan Palestina yang dijatuhi vonis seumur hidup sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.

Namun, jumlah tersebut masih tergolong kecil dibandingkan dengan total tahanan Palestina yang ada. Menurut data dari Dinas Penjara Israel (IPS) pada akhir Desember 2024, terdapat 9.619 warga Palestina yang ditahan dengan alasan keamanan, termasuk 2.216 orang dari Jalur Gaza.

You can share this post!