Keluhan Warga atas Suara Bising dari Lapangan Padel di Cilandak
Suara Warga

Keluhan Warga atas Suara Bising dari Lapangan Padel di Cilandak

JAKARTA, Cilandak - Aktivitas di lapangan Padel yang terletak di Jalan Haji Nawi, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, telah menimbulkan keluhan dari sejumlah warga sekitar. Mereka mengungkapkan ketidaknyamanan akibat suara bising yang berasal dari lapangan, di mana jam operasionalnya berlangsung dari pagi hingga tengah malam.

Warga yang tinggal bersebelahan dengan lapangan tersebut merasakan dampak langsung dari suara pantulan bola ke raket dan dinding yang terbuat dari material polycarbonate. Suara teriakan dan umpatan pemain juga menambah ketidaknyamanan, terutama bagi mereka yang sedang beristirahat. Salah satu warga, Idham, menyatakan bahwa suara tersebut sangat mengganggu kualitas tidur, terutama bagi anggota keluarga yang bekerja dari rumah.

"Itu terdengar sampai ke rumah kami. Dan itu mengganggu, ya terutama tidur. Istri saya sering bekerja di rumah, dan itu mengganggu anak saya, sehingga mengubah pola hidup kami menjadi tidak sehat," kata Idham saat ditemui di kediamannya pada Rabu.

Idham menjelaskan bahwa material polycarbonate yang digunakan pada dinding lapangan tidak kedap suara, menyebabkan gangguan bagi penghuni rumah yang berada tepat di samping lapangan. Dalam sebuah mediasi yang melibatkan manajemen lapangan, pemilik lahan, serta pihak kepolisian, Idham mengajukan permohonan agar dinding lapangan diganti dengan material yang lebih mampu meredam suara. Selain itu, mereka juga meminta agar operasional lapangan dihentikan sementara selama proses penggantian berlangsung.

Namun, pihak pengelola lapangan menolak permintaan tersebut, mengklaim bahwa material yang digunakan sudah sesuai dengan standar internasional. "Mereka menyebut bahwa lapangan ini adalah lapangan standar internasional dan eksterior yang digunakan juga sudah dianggap cukup meredam suara," tambah Idham.

Suara bising ini bahkan dinilai mengganggu warga lanjut usia yang tinggal di sekitar lokasi, termasuk mereka yang mengalami gangguan pendengaran. Upaya untuk menghubungi pihak pengelola lapangan melalui WhatsApp belum membuahkan hasil, dan kunjungan langsung ke lokasi juga tidak mendapatkan tanggapan dari manajemen yang sedang tidak ada di tempat.

Sementara itu, Camat Cilandak, Teguh Afriyanto, menyatakan bahwa kedua pihak akan kembali dipertemukan untuk mediasi yang dijadwalkan pada Kamis (19/2/2026). "Insya Allah besok diagendakan di kelurahan untuk mediasinya," ujar Teguh.

You can share this post!