Mantan Dosen UIN Malang Menghadapi Penolakan dari Warga Setempat
Suara Warga

Mantan Dosen UIN Malang Menghadapi Penolakan dari Warga Setempat

Malang - Imam Muslimin, mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, mengungkapkan perasaan terasing setelah diminta untuk meninggalkan lingkungan perumahan tempat tinggalnya. Ia merasa tidak lagi disambut dengan baik oleh tetangga di Perumahan Jalan Joyogrand Kavling Depag III Atas, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

Situasi di lingkungan perumahannya semakin memburuk setelah Imam menerima surat penolakan dari sejumlah warga, yang diketahui ditandatangani oleh 25 orang. Dalam pernyataannya, Imam mengungkapkan, "Kami merasa terasingkan, saya merasa ada gerakan untuk mengasingkan saya di lingkungan ini."

Karena merasa tidak nyaman dan tidak diterima, Imam bersama keluarganya memutuskan untuk sementara tidak tinggal di rumah tersebut. Mereka memilih menginap di penginapan sambil mencari tempat tinggal baru.

Imam menjelaskan, "Beberapa hari kami memilih untuk tidak tidur di rumah. Kami tidur di guest house, hanya ke rumah satu sampai dua jam untuk mengecek kondisi rumah. Namun dalam waktu dekat kami akan kos di daerah yang tidak jauh dari rumah."

Walaupun telah berpamitan kepada warga dan diminta untuk segera meninggalkan lingkungan, Imam mengaku belum dapat sepenuhnya pindah karena rumah yang ditinggalinya masih dalam proses penjualan. "Kami sudah pamitan dan minta izin ke warga yang mengusir, minta waktu sampai dapat tempat tinggal yang nyaman dan rumah laku," tutup Imam Muslimin.

You can share this post!