Masa Depan RSUD Poso di Maliwuko: Tantangan dan Harapan
Denyut Publik

Masa Depan RSUD Poso di Maliwuko: Tantangan dan Harapan

POSO – Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru di Desa Maliwuko, yang menjadi bagian dari upaya modernisasi fasilitas kesehatan di Kabupaten Poso, menunjukkan kemajuan meski laporan resmi dari pemerintah kabupaten belum dirilis. Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkiriwang, mengambil langkah proaktif dengan mengunjungi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada November 2025 untuk memastikan keberlanjutan proyek ini.

Strategi Proaktif untuk Keberlanjutan Proyek

Langkah Bupati Inkiriwang menyerahkan dokumen perencanaan strategis kepada pemerintah pusat merupakan upaya untuk menghindari potensi proyek yang tidak berjalan. Dokumen ini berfungsi sebagai basis teknis dan posisi tawar agar pembangunan RSUD Poso dapat masuk dalam prioritas nasional dan mendapatkan alokasi dana dari APBN pada Tahun Anggaran 2026. Hal ini mencerminkan keseriusan Pemkab Poso dalam memastikan modernisasi layanan kesehatan tetap berlangsung meskipun ada keterbatasan fiskal di daerah.

Risiko Relokasi dan Pembiayaan

Relokasi RSUD dari pusat kota ke lahan yang lebih luas di Desa Maliwuko, Kecamatan Lage, membawa tantangan tersendiri. Pemindahan rumah sakit yang telah beroperasi sejak 1928 ini memerlukan pinjaman sebesar Rp 80 miliar dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kekhawatiran mengenai dampak pinjaman ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga tahun 2028 menjadi perhatian publik, yang mempertanyakan apakah pembangunan RSUD baru ini akan memengaruhi program kerakyatan lainnya.

Progres Fisik dan Akuntabilitas

Setelah groundbreaking pada Maret 2024, proyek ini sempat mengalami kemunduran dalam progres. Namun, optimisme kembali muncul pada Oktober 2025 dengan penandatanganan adendum senilai Rp 37 miliar untuk penyelesaian Gedung 1A dan 1B. Untuk memastikan akuntabilitas, Pemkab Poso melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam melakukan audit progres pekerjaan, guna memastikan dana pinjaman digunakan secara efektif untuk pembangunan yang memenuhi standar medis modern.

Tantangan di Tahun 2026

Tahun 2026 akan menjadi momen penting bagi Pemkab Poso untuk menghadapi beberapa tantangan signifikan terkait operasional RSUD baru. Beberapa pertanyaan utama yang harus dijawab adalah:

  • Integrasi Pelayanan: Bagaimana transisi manajemen dari gedung lama ke fasilitas baru dapat dilakukan tanpa mengganggu pelayanan kepada pasien?
  • Alat Kesehatan dan SDM: Sejauh mana kesiapan dalam pengadaan alat kesehatan yang modern dan distribusi tenaga medis spesialis di lokasi baru?
  • Stabilitas Fiskal: Bagaimana manajemen utang ke PT SMI dapat dikelola agar tidak mengganggu stabilitas keuangan daerah?

Pembangunan RSUD Poso di Maliwuko merupakan tantangan besar yang dapat menentukan masa depan daerah. Jika koordinasi dengan Kementerian PUPR menghasilkan hasil yang positif, proyek ini bisa menjadi warisan berharga bagi masyarakat Poso. Sebaliknya, jika tantangan yang ada tidak dikelola dengan baik, bangunan ini berpotensi menjadi beban bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, transparansi dan komitmen pemerintah sangat penting untuk mencapai akses kesehatan yang memadai dan representatif bagi masyarakat.

You can share this post!