Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasca pandemi COVID-19 startup kesehatan, yang pernah mengalami lonjakan signifikan, kini menghadapi tantangan baru. Tren penurunan jumlah pengguna pada platform digital kesehatan menjadi sorotan, memunculkan pertanyaan tentang keberlangsungan bisnis telehealth atau telemedik di masa depan.
Berdasarkan paparan data Lokadata.id terjadi penurunan tren penggunaan platform digital kesehatan dalam tiga tahun terakhir, yang dikutip Kamis (23/1/2025).
Pada 2022 sebanyak 82% responden menggunakan platform digital kesehatan, tetapi pengguna layanan telemedic ini terus mengalami penurunan pada 2023 sebanyak 78% dan 69% pada 2024.
Chief Data Officer Lokadata.id Suwandi Ahmad mengungkapkan bahwa memang tak menutup kemungkinan bahwa bisnis telehealth bisa memasuki masa sunset, serupa dengan model bisnis daring lainnya.
Namun hal ini secara tak langsung juga mencerminkan risiko yang dihadapi pengelola platform digital kesehatan. Meski demikian, ia optimistis bahwa skenario ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Generasi digital native yang tumbuh dengan teknologi daring diyakini menjadi potensi pasar yang besar bagi layanan kesehatan berbasis teknologi.
Baca Juga
BCA Catat Pertumbuhan Kredit 2024 Jadi Rp922 Triliun
Startup eFishery yang Disebut Patrick Walujo Penipuan Sistematis
Duit Investor Rp1.575 T Masuk ke Startup AI Sepanjang Tahun 2024
Next article →