Jakarta, BandungOke – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berkontribusi dalam pemerataan ekonomi melalui layanan subsidi Public Service Obligation (PSO). Hingga September 2025, lebih dari 13,1 juta pelanggan telah memanfaatkan layanan kereta jarak jauh dan lokal yang bersubsidi, mencatatkan peningkatan hampir satu juta pengguna dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah pengguna ini bukan hanya sekadar angka, melainkan mencerminkan kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi yang terjangkau, menjangkau sejumlah daerah, dari kota-kota besar hingga stasiun-stasiun di daerah terpencil.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menekankan bahwa PSO merupakan wujud nyata dari keadilan sosial dalam mobilitas. "Setiap kursi PSO bukan sekadar tempat duduk, tetapi juga ruang kesempatan bagi masyarakat," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Program PSO juga berperan penting dalam transisi menuju energi bersih. Dengan efisiensi energi dan emisi yang rendah, moda transportasi kereta menjadi tulang punggung bagi mobilitas hijau di Indonesia.
Dalam konteks ekonomi rakyat, PSO mendukung berbagai kalangan, termasuk pekerja, pelajar, dan pedagang kecil yang bergantung pada transportasi publik yang terjangkau.
Sepanjang tahun 2025, KAI Group telah melayani lebih dari 331 juta pelanggan, dengan hampir 90 persen di antaranya merupakan pengguna PSO. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan KAI dalam mencapai cita-cita pemerintah, terutama dalam hal pemerataan akses dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan demikian, KAI tidak hanya berfungsi sebagai penggerak roda ekonomi, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa pembangunan berkelanjutan dimulai dari rel yang menghubungkan masyarakat, peluang, dan masa depan yang lebih hijau di Indonesia.