Teknologi inti yang mendorong digitalisasi ruang angkasa adalah sistem Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B). Sebagian besar pesawat komersial saat ini dilengkapi dengan transponder ADS-B untuk terus berbagi data tentang posisi, ketinggian, dan kecepatan.
Sinyal ini diterima oleh jaringan yang terdiri dari lebih dari 50.000 penerima yang terletak di darat di seluruh dunia. Untuk wilayah laut atau daerah terpencil, data diteruskan melalui satelit untuk memastikan transmisi tanpa gangguan.
Untuk pesawat yang lebih tua yang menggunakan transponder S-Mode, para ahli menggunakan perhitungan multi-titik (MLAT). Teknik ini bergantung pada pengukuran Perbedaan Waktu Kedatangan (TDOA) sinyal di setidaknya empat penerima yang berbeda untuk menentukan posisi relatif pesawat.
Namun, MLAT mengharuskan pesawat untuk mempertahankan ketinggian tertentu, itulah sebabnya beberapa penerbangan mungkin tiba-tiba "menghilang" dari peta saat mendarat atau lepas landas di daerah terpencil.
Tantangan dari gangguan GPS
Terlepas dari teknologi modern, data di situs web pelacakan tidak selalu akurat, terutama di zona konflik. Pasukan militer sering menggunakan teknik pengacakan dengan mengirimkan sinyal pada frekuensi yang sama untuk membebani sistem navigasi pesawat.
Hal ini mencegah perangkat menerima sinyal GPS yang sebenarnya, sehingga jalur penerbangan yang ditampilkan di aplikasi tampak berliku-liku atau membentuk lingkaran aneh.
Yang lebih berbahaya lagi adalah fenomena "pemalsuan" GPS, di mana sebuah perangkat memancarkan sinyal palsu untuk mengelabui pesawat agar mengira pesawat tersebut berada di lokasi yang sama sekali berbeda.
Sebagai tanggapan, platform pelacakan berupaya menggabungkan data MLAT dengan algoritma estimasi berbasis tujuan untuk mengoreksi informasi tersebut.
Kombinasi infrastruktur telekomunikasi, satelit, dan perhitungan matematika yang kompleks telah mengubah data mentah dari kokpit menjadi peta visual yang jelas, memungkinkan umat manusia untuk mengamati respons industri penerbangan terhadap perubahan sejarah besar.