UNESCO dan PSPK Gelar Lokakarya Gender untuk Pendidikan Inklusif
Suara Utama

UNESCO dan PSPK Gelar Lokakarya Gender untuk Pendidikan Inklusif

A A A

SUARA UTAMA, BANDAR LAMPUNG- Dalam rangka mendukung penyusunan kebijakan pendidikan inklusif berbasis data, Kantor Regional UNESCO Jakarta bersama Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) mengadakan Lokakarya Pengarusutamaan Gender dalam Data dan Pendidikan: Memperkuat Kebijakan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas yang di adakan di Ball Room Hotel Golden Tulip Bandar Lampung, Selasa (20/1/2026).

Pemateri Utama pada lokakarya tersebut Bapak Irsyad Zamjani,PhD, Kepala Pusat Standar dan Kebijakan pendidikan Badan Pusat, kurikulum dan asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen menyampaikan pada kesempatan tersebut bahwa Lokakarya ini bertujuan untuk memperkenalkan kerangka Akuntabilitas Gender dalam Pendidikan (AGEE) serta bertukar pengetahuan serta menggali praktik-praktik terbaik dan peluang di tingkat daerah guna mendorong pendidikan yang inklusif.

BACA JUGA : Toleransi Nyata di Hari Raya, YNCI Bitung Chapter Lintas Agama Amankan Sholat Idul Fitri

“Penting kiranya memperkuat pemahaman dan praktik pengarusutamaan gender dalam data, artinya bukan hanya tersedianya data, akan tetapi lebih mengutamakan data yang ada untuk digunakan atau dipraktikkan dalam mewujudkan pendidikan inklusif.” Ujar pak Irsyad Zamjani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peserta Lokakarya tersebut diantaranya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung,Dinas PPPA Provinsi Lampung,Dinas PPPA Kota Bandar Lampung, Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung, BPMP Provinsi Lampung, BAPPEDA Provinsi Lampung, Yayasan Global Potensi Lampung, Ikatan Guru Indonesia, Komunitas Guru Belajar Nusantara, Jaringan Sekolah Madrasah Belajar,Kelompok Kajian Gender dan Pembangunan (KKGP), Universitas Lampung,Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), UIN Raden Intan, Save the Children, ChildFund, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Lampung.

BACA JUGA : CV. RA NA MAS Diduga Kerjakan Bronjong Asal Asalan, BPBD Kabupaten Probolinggo Akan Bersurat ke Inspektorat

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengangkat isu penting mengenai pengarusutamaan gender dalam perencanaan dan implementasi kebijakan pendidikan, dengan fokus pada penyediaan data yang akurat, terpilah, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Melalui lokakarya ini, para pemangku kepentingan dari berbagai daerah, mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, serta strategi dalam meningkatkan partisipasi perempuan dan anak dalam pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas daerah dalam pengumpulan, pengelolaan, dan pemanfaatan data terpilah gender guna mendukung perumusan kebijakan yang lebih adil dan tepat sasaran.

BACA JUGA : Bandara Kalimarau Ingatkan Penumpang Selalu Memastikan Tiket Elektroniknya

“ Kegiatan hari ini sangat menarik, diskusinya aktif, hari ini tersusun perumusan kebijakan gender yang berbasis data akan menjadikan kebijakan itu tepat dan sesuai dengan apa yang menjadi intervensi perbaikan untuk Pengarusutamaan gender khususnya di Provinsi Lampung.” Tutup Yeni Ernani Ketua Yayasan Global Potensi Lampung dan Konsultan Pendidikan yang merupakan salah satu peserta pada lokakarya tersebut.

Penulis : Zul Wani

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

IPMADO Nabire Gelar demo Tuntut Pengusutan Kasus Dogiyai Berdarah

Pakopak Angkat Bicara, Diduga Ada Praktek Pungli Saat Penyaluran Insentif Guru Ngaji Wilayah Kecamatan Tegalsiwalan

Dana Desa 2026 di Teluk Bayur Kecamatan Tekankan Transparansi.pengawasan dilakukan melalui monitoring administrasi dan pengecekan lapangan terhadap proyek-proyek yang menggunakan Dana Desa

Diduga Gudang Solar Skala Besar Milik Budi Beroperasi di Desa Birun, APH Diminta Turun Tangan

Konflik ini memuncak dalam pertemuan di Kantor Camat Teluk Bayur. Masjid yang lama saja berukuran 16×16 meter, Mengapa sekarang membantu bertambah kecil.

Kritik menghantam Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Rp75 miliar untuk pengadaan, Kendaraan khusus. Sementara jalan dari Rantau Pulung ke Sangatta. gang-gang di pusat kota masih kupak-kapik

Pelajar SMA di Dogiyai Dilaporkan Tewas Ditembak, Warga Minta Investigasi Independen

Kawasan Wisata Kota Tua di Kabupaten Berau dipastikan akan memiliki daya tarik baru. Tetapi juga mampu memicu pergerakan roda ekonomi kreatif

Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Utama

IPMADO Nabire Gelar demo Tuntut Pengusutan Kasus Dogiyai Berdarah

Nasional

Pakopak Angkat Bicara, Diduga Ada Praktek Pungli Saat Penyaluran Insentif Guru Ngaji Wilayah Kecamatan Tegalsiwalan

Nasional

Dana Desa 2026 di Teluk Bayur Kecamatan Tekankan Transparansi.pengawasan dilakukan melalui monitoring administrasi dan pengecekan lapangan terhadap proyek-proyek yang menggunakan Dana Desa

Nasional

Diduga Gudang Solar Skala Besar Milik Budi Beroperasi di Desa Birun, APH Diminta Turun Tangan

Berita Utama

Konflik ini memuncak dalam pertemuan di Kantor Camat Teluk Bayur. Masjid yang lama saja berukuran 16×16 meter, Mengapa sekarang membantu bertambah kecil.

Hukum

Pelayanan Buruk Bakso Igaan Ciluncat Banjaran: Konsumen Diusir dan Melanggar UU Perlindungan Konsumen

You can share this post!