Wamenkomdigi Dorong UMKM Beradaptasi dengan Teknologi untuk Hadapi Ketidakpastian Ekonomi
Sumber Foto: InvestorTrust
Teknologi

Wamenkomdigi Dorong UMKM Beradaptasi dengan Teknologi untuk Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Suara News - Poin Penting

● Wamenkomdigi dorong UMKM gunakan strategi Creative-Tech Fusion untuk hadapi ketidakpastian ekonomi global.

● Baru 40% dari 64 juta UMKM Indonesia masuk ekosistem digital meski penetrasi internet capai 80%.

● Program UMKM Go Digital sediakan pelatihan digital marketing hingga pemanfaatan AI untuk optimasi bisnis.

JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Strategi ini penting agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global.

Menurut Nezar, UMKM telah terbukti menjadi penopang ekonomi nasional dalam berbagai krisis selama hampir tiga dekade terakhir. Sektor ini juga berperan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

"UMKM merupakan salah satu sektor yang telah terbukti selama hampir 30 tahun terakhir mampu menahan berbagai guncangan yang terjadi," ujar Nezar dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).

Namun, tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih kompleks. Ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik menuntut pelaku UMKM untuk mengubah strategi bisnisnya.

"Situasi ini penuh dengan ketidakpastian dan sangat dinamis, termasuk dipengaruhi oleh kondisi geopolitik saat ini," katanya.

Mantan jurnalis senior itu pun mendorong pelaku usaha menerapkan strategi creative-tech fusion. Konsep ini menggabungkan kreativitas dengan pemanfaatan platform teknologi digital.

"Strategi yang dapat dilakukan adalah creative-tech fusion, yaitu menggabungkan kreativitas dengan platform teknologi," tegasnya.

Data dari Kemenkomdigi, Indonesia memiliki sekitar 64 juta UMKM. Namun, baru sekitar 40% yang telah masuk ke ekosistem digital.

Di sisi lain, penetrasi internet nasional telah mencapai lebih dari 80% populasi atau sekitar 231 juta penduduk. Kondisi ini membuka peluang besar bagi percepatan transformasi digital UMKM.

"Kita tidak lagi berbicara soal konektivitas, melainkan meaningful connectivity," ujar Nezar.

Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah menghadirkan program UMKM Go Digital. Program ini mencakup pelatihan digital marketing hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Pelaku UMKM dapat mempelajari digital marketing serta adopsi teknologi AI untuk mengoptimalkan bisnis," tutupnya.

Tag Terkait

umkm kemenkomdigi nezarpatria