Amerika Serikat (AS) telah memberlakukan pembatasan visa terhadap tiga pejabat pemerintah Chile yang tidak disebutkan namanya. Langkah ini diambil menyusul dugaan bahwa para pejabat tersebut merusak keamanan regional, demikian disampaikan Departemen Luar Negeri AS pada Jumat.
Pembatasan visa ini merupakan langkah langka yang terjadi menjelang transisi pemerintahan di Chile menuju kabinet sayap kanan baru yang sangat selaras dengan Gedung Putih. Menurut Departemen Luar Negeri AS, para pejabat yang tidak disebutkan identitasnya itu diduga “dengan sengaja mengarahkan, mengizinkan, mendanai, memberikan dukungan signifikan kepada, dan/atau melakukan kegiatan yang membahayakan infrastruktur telekomunikasi penting dan merusak keamanan regional di belahan bumi kita.”
Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dalam pernyataan yang diterima Mureks, menegaskan bahwa tindakan tersebut memiliki konsekuensi serius. “Di senjanya, warisan pemerintahan Boric akan semakin ternoda oleh tindakan yang merusak keamanan regional dengan mengorbankan rakyat Chili,” ujar Rubio, mengacu pada pemerintahan yang akan segera berakhir.
Pembatasan ini menyoroti kekhawatiran AS terhadap stabilitas dan keamanan di kawasan Amerika Latin, khususnya terkait dengan infrastruktur kritis dan potensi ancaman regional.