Sumber Foto: Smart Newsroom
Kata Media
Dapur SPPG Blora: Tindakan BGN dan Dampaknya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sedang menjalani proses penyesuaian untuk meningkatkan operasionalnya. Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Korwil SPPG) Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengungkapkan bahwa saat ini ada beberapa dapur SPPG yang sedang dalam tahap perbaikan untuk memastikan layanan yang lebih baik di masa depan.
"Saat ini, ada 20 SPPG yang sedang melakukan penyesuaian dan 8 lainnya dalam proses suspend untuk meningkatkan standar operasional," ucap Artika saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
Artika menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk menyelesaikan urusan birokrasi anggaran yang diperlukan agar dapur-dapur tersebut dapat beroperasi dengan lebih efisien dan efektif. "Kami sedang dalam proses administrasi untuk memastikan semua berjalan lancar dan dana VA (virtual account) segera tersedia," kata dia.
Meskipun ada beberapa dapur yang tidak beroperasi sementara, pihak koordinator wilayah memastikan bahwa dapur SPPG lainnya tetap beroperasi normal dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Kami berupaya agar semua dapur dapat berfungsi kembali secepatnya," ujar Artika.
Sementara itu, terkait dengan jadwal pasti kapan 20 dapur SPPG tersebut bisa kembali beroperasi, pihak pengelola optimis bahwa proses ini akan berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan. "Kami terus memantau dan data bisa berubah setiap saat," jelas dia.
Sebelum penyesuaian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan suspend sementara pada 8 dapur SPPG lainnya di Kabupaten Blora untuk memastikan bahwa semua fasilitas memenuhi standar kelayakan lingkungan yang diperlukan. Langkah ini diambil demi menjaga kualitas produksi dan keamanan pangan bagi anak-anak.
Dengan langkah-langkah perbaikan ini, diharapkan program MBG di Blora dapat segera kembali memberikan manfaat maksimal bagi ribuan siswa dan masyarakat yang membutuhkan.



