JBR 2026: Membangun Kebersamaan Melalui Kegiatan Sosial
Lifestyle

JBR 2026: Membangun Kebersamaan Melalui Kegiatan Sosial

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menegaskan bahwa gelaran Jogja Bike Rendezvous (JBR) 2026 harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Sri Paduka saat menerima kunjungan Pengurus Cabang Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kota Yogyakarta di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Jumat (20/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sri Paduka menekankan pentingnya orientasi sosial dalam penyelenggaraan JBR, bukan sekadar hiburan semata.

Menurutnya, JBR 2026 yang direncanakan berlangsung pada November mendatang dapat menjadi wadah kebersamaan sekaligus ruang kontribusi sosial. “Kalau saya harapannya JBR 2026 dapat dibuat meriah dan memberikan kontribusi kepada masyarakat, seperti dengan penyelenggaraan charity, merangkul komunitas peduli anak dan sebagainya,” ujar Sri Paduka. Ia menambahkan bahwa panggung hiburan yang biasanya menjadi daya tarik utama dapat dialihkan sebagian untuk kegiatan sosial, sehingga acara benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Pertemuan antara Wagub DIY dan HDCI Yogyakarta menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju JBR 2026. Sejak awal Februari, panitia telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan acara berjalan lancar. Diskusi awal menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan peserta, mengingat JBR selalu diikuti ribuan bikers dari berbagai daerah. Pada pertemuan 20 Februari, fokus pembahasan bergeser pada arah acara agar lebih berdampak sosial. Sri Paduka menegaskan bahwa JBR tidak boleh hanya menjadi ajang pamer motor besar, melainkan harus menjadi ruang guyub dan kepedulian sosial.

Sri Paduka juga menekankan perlunya memaksimalkan ruang digital dalam promosi JBR 2026. Menurutnya, media sosial dan komunitas digital harus dimanfaatkan sejak jauh hari agar informasi mengenai acara dapat tersampaikan dengan baik. “Manfaatkan semaksimal mungkin dunia digital, media sosial dan komunitas digital. Karena yang paling penting adalah informasi ini sejak jauh-jauh hari sudah disampaikan, sehingga anggota komunitas dan masyarakat bisa tahu kapan JBR 2026 akan diselenggarakan,” tuturnya.

Konsep Guyub dan Kebersamaan

Dalam arahannya, Sri Paduka mengingatkan bahwa konsep kebersamaan harus menjadi inti dari JBR. Ia menilai bahwa di era digital, kebersamaan sering bergeser menjadi sekadar aktivitas di media sosial, seperti memperbarui status atau mengejar jumlah pengikut. “JBR 2026 akan tampil berbeda jika disandingkan dengan konsep yang sederhana, namun tetap berfokus pada guyub. Kita harus berani keluar dari batasan-batasan tersebut,” tegasnya. Menurutnya, JBR dapat dikemas layaknya sebuah reuni, di mana pertemuan antar anggota komunitas menjadi prioritas utama tanpa perlu dikemas secara berlebihan.

You can share this post!