Kadin Sidoarjo: Konflik Timur Tengah Berisiko Ganggu Stabilitas Sektor Industri
Sumber Foto: KabarBaik.co
Ekonomi

Kadin Sidoarjo: Konflik Timur Tengah Berisiko Ganggu Stabilitas Sektor Industri

Suara News - KabarBaik.co, Sidoarjo – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo angkat bicara terkait memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dengan Iran. Gejolak geopolitik tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak dunia dan berdampak langsung pada sektor industri di Sidoarjo.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo menyoroti dampak konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah terhadap sektor industri dan dunia usaha di daerah.

Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin mengatakan gejolak geopolitik di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak dunia yang selama ini menjadi penopang aktivitas industri.

Baca Juga:

Analis Sebut GCC Jadi Sasaran 83 Persen Rudal dan…

GINSI Jatim: Konflik Timur Tengah Berpotensi Ganggu…

Dampak Konflik Iran-AS-Israel, Pemkab Mojokerto…

Menurutnya, konflik yang berkepanjangan dapat memicu kenaikan harga minyak mentah di pasar global. Kondisi itu secara langsung akan berdampak pada biaya produksi berbagai sektor industri, termasuk di wilayah Sidoarjo.

“Kalau harga minyak naik, harga jual produk juga hampir pasti mengalami kenaikan,” terang Nurdin, Rabu (12/3).

Ia mengingatkan para pelaku usaha lokal agar mulai melakukan langkah antisipatif sejak dini, salah satunya dengan melakukan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar.

Langkah efisiensi tersebut dinilai penting agar dunia usaha di Sidoarjo tetap mampu bertahan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat konflik geopolitik.

“Jangan sampai ada gejolak PHK di Sidoarjo,” tegasnya.

Selain itu, Kadin Sidoarjo juga menyatakan dukungan terhadap program pemerintah pusat yang mendorong pemanfaatan komoditas kelapa sawit dan tebu sebagai bahan bakar alternatif.

Menurut Nurdin, saat ini pemanfaatan kelapa sawit sudah digunakan dalam campuran bahan bakar biodiesel B20. Ke depan, ia berharap pengembangannya dapat meningkat hingga mencapai B50.

“Memang saat ini masih dalam proses, tetapi kita harus optimistis dengan pengembangan pemanfaatan energi tersebut,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya

Editor: Imam Wahyudiyanta

Ditag Kadin sidoarjo konflik timur tengah Sidoarjo

Posting Terkait

Anak Usia 17 Tahun Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Pimpinan Padepokan di Sidoarjo

Peninggian Tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo Bikin Warga Sekitar Was-was

SPBU di Sidoarjo Lengang gegara Pertamax Naik, Konsumen Beralih ke Pertalite

Kecelakaan Libatkan 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo Tewaskan 2 Orang

DPRD Sidoarjo Desak Pemkab Perketat Izin Pengembang Perumahan

Ikuti Kami Pada

Navigasi pos

Pos sebelumnya Posko dan Satgas THR Dibentuk, Pemkot Blitar Awasi Perusahaan

Pos berikutnya Ratusan Pemudik Berangkat ke Pulau Sapeken dari Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi

Jangan Lewatkan

Berkat EAZI, TPK Nilam Pelabuhan Tanjung Perak Catat Arus Petikemas Tertinggi 2026

PT SGN Serap Tebu Petani Blora, Kekhawatiran Musim Giling Berubah Jadi Optimisme

Konektivitas Internasional Menuju NTB Makin Dilirik Dunia, Penerbangan Singapura-Lombok Naik Jadi 10 Kali Sepekan

Harga Naik, Penjualan Pertamax di SPBU Bojonegoro Turun Drastis

SPBU di Sidoarjo Lengang gegara Pertamax Naik, Konsumen Beralih ke Pertalite