Kementerian Luar Negeri Menyampaikan Tanggapan Terkait Penembakan Warga NTT oleh Aparat Timor Leste
Suara Warga

Kementerian Luar Negeri Menyampaikan Tanggapan Terkait Penembakan Warga NTT oleh Aparat Timor Leste

Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memberikan tanggapan terkait insiden penembakan yang melibatkan warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh aparat keamanan Timor Leste. Insiden tersebut terjadi pada Senin pagi di Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada pukul 09.00 WIB.

Juru Bicara Kemenlu, Vahd Nabyl Mulachela, menginformasikan bahwa korban penembakan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. "Kami bisa sampaikan bahwa korban penembakan telah dibawa ke RS untuk ditangani," ujar Vahd melalui pesan singkat.

Lebih lanjut, Vahd menyatakan bahwa Duta Besar Republik Indonesia untuk Dili telah melakukan kunjungan ke lokasi kejadian untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. KBRI juga telah meminta klarifikasi kepada Kementerian Luar Negeri Timor Leste mengenai insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, bentrokan terjadi antara 24 warga Dusun Nino dan tujuh anggota Unidade de Patrulhamento Da Fronteira (UPF) yang dilengkapi dengan senjata larang panjang. Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, menjelaskan bahwa penembakan terjadi karena adanya upaya aparat Timor Leste untuk membangun pilar batas negara yang diduga masuk ke wilayah Indonesia. Insiden ini mencerminkan adanya perbedaan persepsi mengenai batas wilayah yang diatur dalam Provisional Agreement on the Land Boundary tahun 2005.

Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan di perbatasan masih menjadi isu sensitif antara Indonesia dan Timor Leste. Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan.

You can share this post!