Kondisi Jalan Pertanian di Ngawi Dikeluhkan Warga, Dinas Pertanian Tanggapi
Suara Warga

Kondisi Jalan Pertanian di Ngawi Dikeluhkan Warga, Dinas Pertanian Tanggapi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi, Supardi, memberikan tanggapan terkait keluhan warga mengenai jalan pertanian yang rusak. Jalan tersebut menjadi perbincangan di masyarakat setelah direkam oleh seorang warga dan viral di media sosial.

Supardi menyampaikan bahwa tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi jalan yang dimaksud. Berdasarkan hasil pemantauan, kelompok tani yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan tersebut berencana untuk melakukan perbaikan.

"Kemarin sudah di cek. Oleh kelompok tani mau diperbaiki," ujar Supardi saat dihubungi pada Rabu (11/2/2026).

Namun, Supardi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai peran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam pengawasan anggaran pemerintah yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa selain jalan yang viral, terdapat juga beberapa Jalan Usaha Tani (JUT) lainnya yang kondisinya mulai memburuk. Jalan-jalan tersebut diketahui baru dibangun pada tahun 2024 dengan anggaran hampir Rp 200 juta.

Sebelumnya, seorang warga Kabupaten Ngawi merekam kondisi jalan desa yang rusak, memperlihatkan besi yang terlihat dari permukaan jalan. Dalam video berdurasi 1 menit 45 detik, warga tersebut mengekspresikan kekesalannya dengan nada mengejek, menyebut bahwa besi yang terlihat disebabkan oleh material cor jalan yang "dimakan tikus". Hal ini berpotensi mengganggu pengguna jalan.

"Selamat siang lor, saya Spil kan jalan akses ke sawah. Iki lor kawate iso ketok Ki opo materiale di dahar tikus - tikus rakus," ungkap seorang pria dalam rekaman video tersebut.

Video itu diambil pada tanggal 2 Februari 2026, pukul 10.20 WIB, di Desa Karangsono, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

You can share this post!