Suara News - Ini adalah kunjungan kenegaraan kedua Putin ke Kazakhstan selama masa kepresidenannya saat ini. Pembicaraan berlangsung di Istana Kemerdekaan, sebuah mahakarya arsitektur modern yang dirancang dengan gaya tenda nomaden tradisional Kazakh.
Dalam pertemuannya dengan delegasi dari kedua negara, Putin menegaskan bahwa hubungan Rusia-Kazakhstan berkembang pesat dan telah mencapai tingkat "kemitraan dan aliansi strategis komprehensif".
Menurut Presiden Rusia, hubungan bilateral dibangun atas dasar prinsip keadilan dan saling menghormati, dan kedua negara saat ini bekerja sama di hampir semua bidang.
Putin menyatakan bahwa Rusia dan Kazakhstan secara aktif bekerja sama dalam berbagai organisasi dan mekanisme internasional, termasuk Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), Organisasi Kerja Sama Shanghai, BRICS, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan "Kelompok Lima" Kaspia dalam kerangka Rusia-Asia Tengah.
Pemimpin Rusia menyatakan bahwa kerja sama antara Rusia dan Kazakhstan dalam mekanisme ini merupakan contoh "interaksi konstruktif" di panggung internasional.
Putin juga memuji persiapan Kazakhstan untuk pertemuan Dewan Ekonomi Eurasia Tertinggi yang akan datang, di mana keputusan penting diharapkan akan dibuat untuk mendorong integrasi ekonomi regional.
Mengenai kerja sama ekonomi, Presiden Rusia menyatakan bahwa kedua negara saat ini sedang melaksanakan tujuh proyek investasi bersama dan banyak bidang kerja sama baru yang menjanjikan secara bertahap mulai terbentuk.
Ia menekankan bahwa Rusia tetap menjadi salah satu mitra dagang utama Kazakhstan dan bahwa volume perdagangan bilateral terus tumbuh stabil selama tahun lalu.
Di bidang pertahanan dan keamanan, Putin menegaskan bahwa kerja sama militer antara kedua negara akan berkontribusi pada penguatan stabilitas dan keamanan regional. Ia juga berterima kasih kepada Presiden Tokayev atas undangan untuk mengunjungi Kazakhstan dan menyatakan keyakinan bahwa pembicaraan tersebut akan menghasilkan hasil praktis bagi kedua belah pihak.
Dari pihak Kazakhstan, Presiden Tokayev berterima kasih kepada Putin atas dukungannya terhadap proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Balkhash.
Bapak Tokayev menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian terkait proyek ini memiliki arti strategis yang sangat penting bagi Kazakhstan. Sebelumnya, pemerintah Kazakhstan telah memilih perusahaan milik negara Rusia, Rosatom, untuk memimpin konsorsium pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir ini, menyusul referendum tahun 2024.