Majalah Cetak “Lensa Tulungrejo” Diluncurkan, Angkat Kisah Warga dan Potensi Desa
Suara Warga

Majalah Cetak “Lensa Tulungrejo” Diluncurkan, Angkat Kisah Warga dan Potensi Desa

Tulungrejo, Donomulyo – Tim FISIP Bakti Desa (FBD) Universitas Brawijaya 2025 meluncurkan majalah cetak perdana bertajuk Lensa Tulungrejo, yang dirancang untuk menggambarkan kehidupan, potensi, dan kisah masyarakat Desa Tulungrejo. Majalah ini menjadi luaran dari rangkaian kegiatan KKN yang berfokus pada penguatan literasi visual serta pengenalan potensi lokal melalui media informasi yang inklusif.

Dalam terbitan perdananya, Lensa Tulungrejo memuat sejumlah rubrik yang mendokumentasikan perjalanan kegiatan FBD sekaligus menghadirkan potret dinamika desa. Kontennya mencakup profil desa, cerita inspiratif warga, potret kegiatan ekonomi kreatif seperti UMKM setempat, hingga dokumentasi program pengabdian mahasiswa.

Rubrik “Suara Warga” dan Ruang untuk Anak

Salah satu rubrik yang menjadi sorotan adalah “Suara Warga”, berisi kisah-kisah pribadi warga Tulungrejo yang disajikan dengan pendekatan humanis. Selain itu, majalah ini juga menyediakan kids section yang memuat cerita pendek, teka-teki silang, dan permainan edukatif sebagai sarana hiburan sekaligus pembelajaran bagi anak-anak.

Salah satu tim penyusun majalah menyampaikan bahwa media ini ditujukan untuk dapat dinikmati berbagai kalangan. “Saya ingin membuat media yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Lensa Tulungrejo bukan sekadar dokumentasi, tapi cermin dari semangat dan identitas desa,” ujarnya.

Penyusunan Melibatkan Warga dan Perangkat Desa

Proses penyusunan majalah dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan warga, serta kolaborasi dengan berbagai pihak di desa, termasuk perangkat desa, pengelola UMKM, guru, dan tokoh masyarakat. Tim mahasiswa mengerjakan seluruh tahapan, mulai dari desain hingga percetakan, dengan pendekatan partisipatif.

Apresiasi Pemerintah Desa dan Harapan Ke Depan

Peluncuran majalah ini disebut mendapat sambutan dari warga. Kepala Desa Tulungrejo menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menghadirkan karya yang dinilai bermanfaat. “Kami merasa bangga, karena ini adalah bentuk nyata dari pengabdian yang tidak hanya datang dan pergi, tapi meninggalkan jejak yang bisa dikenang dan terus digunakan,” ujarnya.

Ke depan, Lensa Tulungrejo diharapkan dapat menjadi media promosi desa dalam jangka panjang. Dengan konten yang padat dan visual yang menarik, majalah ini diproyeksikan menjadi sarana pengenalan Desa Tulungrejo kepada pihak luar, termasuk pihak yang ingin mengetahui potensi desa dari sudut pandang warga.

Sebagai luaran program kerja KKN, penerbitan Lensa Tulungrejo menandai upaya mahasiswa dalam mendokumentasikan sekaligus membangun narasi desa melalui media yang kreatif dan berkelanjutan.

You can share this post!