Suara News - Liputan6.com, Jakarta - Gosip adalah bagian penting dari interaksi sosial manusia. Meurutu American Psychological Association (APA) gosip adalah komunikasi personal tentang informasi yang sering kali belum terverifikasi, namun berperan besar dalam membentuk norma sosial dan ikatan kelompok.
Ketua Departemen Psikologi Georgia Gwinnett College, David Ludden, PhD, menjelaskan, “Ada sebagian orang yang mencoba mengklasifikasikan gosip sebagai diskusi negatif atau kritis tentang orang lain, tetapi sebenarnya, gosip hanyalah berbagi informasi sosial satu sama lain,” seperti melansir Everyday Health, Rabu, 7 Januari.
Penelitian dalam jurnal Social and Psychological Personality Science (April 2019) terhadap 467 partisipan menemukan bahwa sekitar 75 persen gosip bersifat netral dan tidak bermuatan negatif.
Menurut Stephen Benning, PhD, Associate Professor di University of Nevada, gosip membantu manusia memahami lingkungan sosialnya. “Kita adalah makhluk sosial. Gosip membantu kita mengetahui apa yang terjadi di lingkungan sosial.” kata Ludden.
Studi lain dalam jurnal Frontiers in Psychology (Mei 2019) mengidentifikasi enam motivasi utama orang bergosip mengumpulkan informasi, membangun hubungan, melindungi diri, hiburan sosial, validasi, dan pengaruh negatif. Namun, motivasi negatif justru menjadi yang paling lemah.
“Berbagi gosip dapat mempererat ikatan sosial antar orang,” ujar Benning.
Gosip juga bisa berdampak positif terhadap perilaku sosial. Penelitian di jurnal Psychological Science menunjukkan bahwa pertukaran informasi reputasi mendorong orang menjadi lebih kooperatif karena takut dikucilkan dari kelompok.
Mengapa Gosip Artis Lebih Menarik?
Lalu, mengapa gosip selebriti terasa lebih menarik daripada gosip orang sekitar? Psikolog menyebut adanya hubungan parasosial, yakni hubungan semu antara publik dan figur terkenal.
“Yang kita lakukan adalah menciptakan hubungan parasosial, atau hubungan imajiner, dengan selebritis,” jelas Ludden. Hubungan ini memberi rasa aman, kedekatan emosional, dan tanpa risiko penolakan.
Psikoterapis Britt Frank, LCSW, menambahkan, “Bergosip tentang selebriti adalah cara yang lebih aman untuk terhubung dengan orang lain.” Topik selebriti kerap digunakan sebagai pembuka percakapan dalam lingkungan sosial baru.
Namun jika berlebihan, hubungan parasosial dapat mengganggu kehidupan nyata. Ketika seseorang terlalu fokus pada kehidupan selebriti hingga mengabaikan relasi sosial nyata, kondisi ini dianggap tidak sehat.
Gosip Selebriti dan Kebutuhan untuk Melarikan Diri
Selain sebagai sarana bersosialisasi, gosip selebriti juga berfungsi sebagai pelepas stres. “Ketika hidup terasa berat, fokus pada gosip selebriti dapat menjadi cara untuk meredakan perasaan ketidakpuasan, ketidakbahagiaan, atau stres,” kata Frank.
Ia menyebut fenomena ini sebagai bentuk escapism yang membuat seseorang sejenak lepas dari tekanan hidup.
Namun para ahli mengingatkan bahwa gosip berlebihan, terutama melalui media sosial, dapat menimbulkan dampak nyata bagi kesehatan mental selebriti. “Online pile-ons can cause genuine mental harm,” tegas Benning.
Ia menyarankan publik menempatkan empati sebelum ikut menyebarkan rumor. “Bayangkan jika informasi serupa tersebar tentang diri Anda,” katanya.
Dengan demikian, psikologi menunjukkan bahwa ketertarikan manusia terhadap gosip selebriti bukan sekadar sensasi, melainkan cerminan kebutuhan emosional, sosial, dan psikologis manusia.