Suara News - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menyampaikan kekhawatiran mengenai lonjakan kasus kejahatan jalanan dan perampokan yang semakin meresahkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa fenomena ini berpotensi mengancam keselamatan jiwa warga dan menghambat perekonomian rakyat.
Sarmuji mengungkapkan bahwa kehadiran negara harus lebih kuat dibandingkan para penjahat jalanan. Ketika masyarakat merasa takut untuk beraktivitas di luar rumah, dampaknya akan merembet pada terganggunya rasa aman dan aktivitas ekonomi.
Menanggapi situasi ini, Sarmuji berharap institusi kepolisian dapat meningkatkan intensitas patroli dan operasi pencegahan di lokasi-lokasi rawan kejahatan. Ia mengarahkan perhatian pada jalur-jalur sepi, permukiman pinggiran kota, akses ke kawasan industri, dan jalan penghubung antar daerah yang sering disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.
Sarmuji juga menyoroti dampak negatif kriminalitas jalanan terhadap pelaku usaha mikro dan masyarakat yang bergantung pada aktivitas malam. Aksi begal dan praktik premanisme menciptakan rasa terancam bagi pedagang, pengemudi transportasi daring, dan pelaku UMKM, yang berdampak pada pengurangan aktivitas ekonomi.
Ia mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku premanisme dan begal, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat kecil yang berjuang mencari nafkah. Sarmuji menekankan perlunya evaluasi komprehensif terhadap aspek pengamanan, termasuk penguatan sistem keamanan yang melibatkan teknologi pengawasan dan penerangan jalan yang memadai.