Suara News - KORAN-PIKIRAN RAKYAT – ”Sumbangsih terkecil yang dilakukan dengan penuh ketulusan, jauh lebih berharga daripada niat besar yang hanya sebatas wacana.” (Master Cheng Yen/ Tokoh Kemanusiaan dan Filantropis asal Taiwan).
Bandung tak pernah sekadar geografis semata. Bandung merupakan “palagan: rupa-rupa laku kemanusiaan menemukan panggungnya.
Di tengah laju peradaban kota yang terus berdenyut, sekelompok anak manusia tidak memilih menjadi penonton. Mereka merajut jalinan persaudaraan, mengubah laku bisnis menjadi epos kepedulian.
Adalah Perhimpunan Pengusaha Taiwan Bandung (PPTB), di bawah nakhoda Huang Xin Cai, yang kembali menegaskan komitmennya untuk tidak beranjak dari garis depan altar kemanusiaan. Bagi Huang Xin Cai, keberadaan PPTB di Kota Kembang bukanlah entitas bisnis pribadi yang berjarak dengan masyarakat akar rumput. Lebih dari itu, paguyuban ini adalah napas yang senantiasa mengiringi denyut kehidupan warga.
Semangat luhur tersebut akan kembali diejawantahkan dalam waktu dekat. Menyongsong bulan suci yang penuh berkah dan pengampunan, PPTB tengah bersiap menggelar Pasar Murah Ramadan.
Kegiatan sosial yang dijadwalkan meramaikan sudut kota pada 3 Maret 2026 mendatang ini merupakan manifestasi dari rasa hormat dan pelukan hangat bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Tidak ingin sekadar menetap namun ingin melebur, adalah spirit yang agaknya paling pas untuk menggambarkan postur paguyuban ini. PPTB telah mendaulat diri untuk terus menjadi kepingan yang tak terpisahkan dari keluarga besar Masyarakat Tionghoa Peduli.
"Kolaborasi kami bersama Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) bukanlah sebuah program musiman, melainkan detak jantung dari keberadaan PPTB di tanah ini. Ke depan, ikhtiar kemanusiaan ini akan terus kami lipat gandakan," kata Huang Xin Cai di Bandung, Selasa 24 Februari 2026.
Huang Xin Cai menjelaskan, kegiatan yang dilakukan diawali dengan pembagian sembako untuk memastikan tak ada dapur warga yang berhenti mengepul. Kegiatan lainnya yakni donor darah sebagai wujud donasi paling tulus untuk menyambung kehidupan.
Solidaritas tanpa sekat ini menjadi bukti otentik bahwa perbedaan latar belakang, etnis, maupun kultur, justru menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya kerja-kerja filantropi yang konkret. Dengan barisan keanggotaan yang menyentuh angka 600 orang, para pengusaha teguh yang telah menjadikan Bandung sebagai rumah kedua, PPTB memiliki daya gedor sosial yang tak bisa dipandang sebelah mata.