Tiga Warga Sipil Tewas di Tembagapura, Ribuan Mengungsi
Suara News - Tiga warga sipil dilaporkan tewas dalam operasi militer di Tembagapura, tepatnya di Mile 69 area pertambangan PT Freeport Indonesia, pada Senin (2/3/2026). Selain korban tewas, sejumlah warga sipil juga mengalami luka-luka akibat tembakan, dan enam orang lainnya ditangkap oleh aparat militer.
Awal Kejadian
Operasi militer yang berlangsung di Tembagapura dilaporkan disertai dengan penembakan ke arah pemukiman warga. Manajemen markas pusat komando nasional Tentara Nasional Pembebasan Nasional (TPNPB) menyebutkan bahwa tembakan diarahkan ke pemukiman warga dan hutan secara brutal, dengan target pengejaran terhadap kelompok TPNPB yang dipimpin oleh Jeki Murib.
Perkembangan
Akibat operasi ini, warga sipil dari wilayah Kali Kabur dan beberapa kampung lainnya terpaksa mengungsi. Diperkirakan lebih dari seribu orang, termasuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan lansia, telah meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan. Pengungsian dilakukan secara bertahap, baik siang maupun malam, mengikuti kegiatan operasi militer.
TPNPB juga melaporkan bahwa warga sipil yang ditangkap adalah mereka yang sedang melakukan pendulangan emas dari sisa pembuangan tailing Freeport. TPNPB menuduh aparat militer melakukan penangkapan, penyiksaan, dan penembakan tanpa bukti yang jelas.
Kondisi Terakhir
Manajemen TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil. TPNPB juga meminta agar PBB dan lembaga internasional memberikan sanksi kepada pemerintah Indonesia terkait pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi. Tiga korban tewas dalam insiden ini adalah Eanus Mom, Nemia Zanambani, dan Meki Janambani. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Polri maupun TNI mengenai kejadian tersebut.




