Warga Kecamatan Kao Utara, Kabupaten Halmahera Utara, mengungkapkan keluhan terkait kondisi infrastruktur kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, pada Rabu, 10 Desember 2025. Keluhan tersebut disampaikan saat pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di daerah tersebut.
Dalam dialog yang berlangsung sebelum pembukaan GPM, warga dari beberapa desa, termasuk Desa Gamlaha, Warudu, dan Dowongemaiti, melaporkan bahwa akses jalan di wilayah mereka mengalami kerusakan parah. Hal ini berdampak negatif terhadap mobilitas masyarakat, terutama dalam situasi darurat, seperti saat membawa warga yang sakit atau ibu yang melahirkan.
Seorang warga menyatakan bahwa kondisi jalan yang buruk seringkali memaksa mereka untuk berhenti di tengah perjalanan. Menanggapi keluhan ini, Gubernur Sherly menanyakan status kewenangan atas jalan tersebut, dan setelah memastikan bahwa itu adalah jalan kabupaten, ia meminta Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi Ahmad, yang hadir di lokasi untuk segera mendata dan menindaklanjutinya.
Selain masalah jalan, warga juga menyampaikan kekhawatiran mengenai abrasi pantai yang mengancam permukiman mereka. Gubernur Sherly menjelaskan bahwa masalah abrasi ini bukan hanya dialami oleh desa-desa di Kao Utara, tetapi juga banyak desa pesisir lainnya di Maluku Utara. Ia menegaskan bahwa penanganan masalah ini akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sherly juga meminta anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Aksandri Kitong, untuk memberikan penjelasan mengenai pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Kunjungan Gubernur ke Desa Gamlaha merupakan bagian dari pelaksanaan GPM yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta menekan inflasi di daerah.
Di Halmahera Utara, GPM dilaksanakan di enam titik yang tersebar di beberapa kecamatan, sebagai upaya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam menghadapi tantangan pangan.