Suara News - A A A
SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) kembali terpantau marak di wilayah Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin. Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, dua unit alat berat jenis excavator diduga milik Jayak terlihat beroperasi aktif mengeruk lahan untuk aktivitas penambangan emas ilegal.
Lokasi penambangan tersebut berada di perbatasan Desa Tambang Emas dan Desa Tanjung Benuang, tepatnya tidak jauh dari jalan poros. Warga setempat menyebutkan, jika dari jembatan utama masuk sedikit lalu belok ke kiri dan turun ke bawah, maka akan langsung terlihat dua unit alat berat yang sedang bekerja.
BACA JUGA : Aktivitas Dompeng Rakit Ilegal Diduga Milik Dayat Porak-porandakan Sungai di Desa Lantak Seribu
“Iya bang, di situ ada dua alat berat. Itu katanya milik Jayak. Alatnya baru datang dari Medan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (29/1/26).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut sumber di lapangan, Jayak dikenal sebagai pemain lama PETI di wilayah Pamenang Selatan. Aktivitasnya disebut sudah berlangsung cukup lama dan seolah tak tersentuh hukum, meski kerusakan lingkungan kian parah.
“Sudah puluhan tahun lahan di sini hancur karena tambang emas ilegal. Sungai jadi keruh, kebun rusak, dan kami yang kena dampaknya,” keluh warga lainnya.
BACA JUGA : Warga Soroti Dugaan Setoran Tambang PETI di Area Cetak Sawah Dam Sesah, Nilainya Capai Puluhan Juta Rupiah
Warga mengaku resah dengan keberadaan aktivitas tersebut karena dilakukan secara terang-terangan menggunakan alat berat, tanpa ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
“Kalau memang aparat mau datang, kami siap tunjukkan lokasinya. Tempatnya tidak jauh dari jalan poros. Alat beratnya jelas terlihat, tidak sembunyi-sembunyi,” tegas seorang warga.
Masyarakat pun mempertanyakan keberanian aparat penegak hukum dalam menindak pelaku PETI yang diduga kuat telah lama beroperasi dan merusak lingkungan di wilayah tersebut.
“Kami minta Polres Merangin dan Polda Jambi turun langsung. Jangan hanya tangkap pekerja kecil, tapi tangkap juga pemilik dan pemain besarnya,” ujar warga dengan nada kecewa.
BACA JUGA : Tak Terima Diperlakukan Kasar, Jefri Laporkan Iwan ke Polres Merangin
Aktivitas penambangan emas ilegal dengan menggunakan alat berat tidak hanya melanggar hukum, namun juga menimbulkan dampak lingkungan serius, seperti kerusakan lahan, pencemaran sungai, ancaman longsor, serta hilangnya sumber mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada alam.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Jayak belum dapat dikonfirmasi. Sementara itu, masyarakat Pamenang Selatan berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas demi menghentikan praktik PETI yang dinilai semakin brutal dan merusak lingkungan hidup.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama
Berita Terkait
Tragis! Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bekas Tambang Galian C Maros
Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei 2026
Polsek Manggala Intensifkan Patroli Massive, Antisipasi Geng Motor dan Kejahatan Jalanan
Waspada Hantavirus! Puluhan Kasus Ditemukan di RI, Tiga Korban Jiwa Berjatuhan
Hantavirus Masuk Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dan 3 Orang Dilaporkan Meninggal
PETI Excavator Diduga Milik Juri di Lubuk Beringin Tuai Kecaman, Warga Minta Polda Jambi Turun Tangan
Pertalite dan Solar Subsidi Bakal Dibatasi, Masyarakat Diminta Waspada Dugaan Penyalahgunaan BBM
TK PGRI 05 Kota Batu Tampil Percaya Diri, Siap Rebut Juara di Kejurkot Drumband Open 2026
Berita ini 28 kali dibaca
Tag : KAPOLDA JAMBI Kapolres Merangin
Berita Terbaru
Berita Utama
Tragis! Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bekas Tambang Galian C Maros
Berita Utama
Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei 2026
Berita Utama
Polsek Manggala Intensifkan Patroli Massive, Antisipasi Geng Motor dan Kejahatan Jalanan
Berita Utama
Waspada Hantavirus! Puluhan Kasus Ditemukan di RI, Tiga Korban Jiwa Berjatuhan
Berita Utama
Hantavirus Masuk Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dan 3 Orang Dilaporkan Meninggal
Liputan Khusus
Tidak Terima Ditegur Pak Ogah Busur Driver Maxim, Polisi Buru Pelaku Utama