Suara News - Seorang warga Tangerang, Wawan, meninggal dunia setelah terlindas truk tambang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Insiden ini memicu respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengingatkan akan bahaya truk tambang ilegal di kawasan tersebut.
Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Moch Toha, Kecamatan Parung Panjang, pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Truk yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial M melaju dari arah Parung Panjang menuju Tangerang. Ketika melewati jalan menurun, pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya, sehingga menabrak sepeda motor Yamaha Mio Soul yang dikendarai oleh korban berinisial WS. Korban terjatuh ke kolong truk dan terseret beberapa meter sebelum truk berhenti setelah menabrak beton penutup parit.
Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa melalui unggahan di Instagram dan menyoroti masih beroperasinya truk tambang ilegal meski telah ada Surat Edaran yang mengatur penghentian aktivitas pertambangan. Ia menegaskan bahwa keberadaan truk tambang ilegal berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan dan meminta penambang untuk mematuhi aturan demi keselamatan masyarakat. Dedi mencatat bahwa selama periode 2019 hingga 2024, terdapat 195 kecelakaan fatal di wilayah Parung Panjang, dengan korban jiwa yang tinggi akibat truk tambang.
Setelah kecelakaan, korban WS mengalami luka serius di bagian kaki, tangan, paha, dan punggung, dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Parung Panjang. Dedi Mulyadi memperingatkan bahwa jika para penambang terus mengabaikan aturan, kecelakaan serupa akan terus terjadi, mengancam keselamatan warga di daerah tersebut.