Ahmad Doli Kurnia Tandjung: Gerakan HMI Harus Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat
Bandung - Ahmad Doli Kurnia Tandjung, alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), turut hadir dalam penutupan acara Training Raya 2026 yang meliputi Intermediate Training (LK II), Latihan Khusus Kohati (LKK), dan Senior Course (SC). Acara yang berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, mengusung tema 'Rekonstruksi Gerakan HMI untuk Transformasi Bangsa yang Berkeadilan dan Berkelanjutan'.
Kehadiran Ahmad Doli dalam acara ini menjadi momen penting bagi para peserta yang telah menyelesaikan serangkaian pelatihan tingkat lanjut. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada semua peserta yang telah berkomitmen mengikuti pelatihan dengan penuh dedikasi dan usaha.
Ahmad Doli menekankan pentingnya peran kader HMI dalam menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, termasuk dalam aspek sosial, politik, ekonomi, dan teknologi. Ia berharap hasil dari proses kaderisasi ini tidak hanya menjadi bekal intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa yang berkeadilan dan berkelanjutan. Training Raya 2026 dirancang sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas kader melalui berbagai materi yang mencakup keislaman, kebangsaan, dan kepemimpinan.
Menurut Ahmad Doli, tema yang diangkat dalam acara ini diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan dan gerakan transformasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan masa depan Indonesia. Dalam acara penutupan yang berlangsung khidmat, para peserta berkomitmen untuk terus mengabdikan diri kepada organisasi, umat, dan bangsa, sesuai dengan nilai-nilai perjuangan HMI.
Acara ini menjadi pengingat akan pentingnya peran serta generasi muda dalam membangun bangsa. Dengan bekal pengetahuan dan semangat juang yang telah ditanamkan, diharapkan kader HMI dapat berkontribusi secara positif dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Bagaimana langkah selanjutnya untuk memastikan kontribusi nyata dari para kader ini dalam masyarakat?




