Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel dan Serukan Sanksi PBB
Suara News - Matan Golan/SOPA Images/LightRocket via Getty Images
A A A
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengecam serangan gabungan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut telah menyebabkan lebih dari 555 orang meninggal dunia menurut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).
Melalui Surat Pernyataan Resmi Nomor 16/PER/I.0/B/2026, PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni menyatakan “Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”
Muhammadiyah juga meminta PBB untuk memberikan sanksi yang tegas terhadap AS dan Israel. “Kami menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata,” kata Syafiq.
BACA JUGA : Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Menanggapi Anggapan Rendahnya Kualitas Tenaga Kerja Lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Muhammadiyah turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, korban serangan AS-Israel, dan korban serangan balik Iran. “Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran. Belasungkawa yang sama kami sampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab,” ujar Syafiq.
BACA JUGA : GOR SMKN 6 Disewakan
Muhammadiyah mengajak negara-negara Arab untuk mengedepankan dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah.
Muhammadiyah menyatakan bahwa “Iran maupun negara-negara Arab saling menahan diri dan mengedepankan dialog untuk tidak terlibat konflik lebih jauh antar sesama anggota Organisasi Kerjasama Islam,” serta menambahkan “Kami mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.” Organisasi keagamaan tersebut juga menegaskan “Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi.”
BACA JUGA : konflik agraria penyerobotan lahan adat dikawasan kampung bumi jaya, Paduka Yang Mulia (PYM) Datu Amir M.A, Raja Muda Perkasa, Sultan Sambaliung, menyambangi lokasi
Muhammadiyah tetap mengingatkan kepada negara-negara Arab untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina. “Kami mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerjasama Islam segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan dan mencegah ketegangan antarnegara di kawasan Timur,” tegas Syafiq.
Penulis : Keitaro Alfarizi
Sumber Berita: Muhammadiyah
Berita Terkait
Pers Sehat Merawat Harmoni Benua. Pemred Media Terverifikasi Dewan Pers Dan Mengundang Para Kepala Dinas Kominfo Di 10 kabupaten Dan Kota.
Dewan Pers Perkuat Hak Jurnalistik
MBG di Makassar Diduga Terhenti di Sejumlah Sekolah
Dugaan Intimidasi Wartawan, Kades Masoso Disorot
Publik Meminta Kemenag Kabupaten Probolinggo Intropeksi, Pakopak Sebut Ada Potensi Pelanggaran Hak Konstitusional Pegawai
Polri dan Mitra Kamtibmas Perkuat Sinergi di Manggala
Kelangkaan Pertalite dan Solar di Banjar Kalsel, Berlanjut
GOR SMKN 6 Disewakan
Berita ini 37 kali dibaca
Tag : Amerika Serikat iran Israel Muhammadiyah
Berita Terbaru
Berita Utama
Pers Sehat Merawat Harmoni Benua. Pemred Media Terverifikasi Dewan Pers Dan Mengundang Para Kepala Dinas Kominfo Di 10 kabupaten Dan Kota.
Berita Utama
Dewan Pers Perkuat Hak Jurnalistik
Berita Utama
MBG di Makassar Diduga Terhenti di Sejumlah Sekolah
Hukum
Polda Sulsel Ungkap Kasus Curat dan Penadahan, Dua Tersangka Diamankan
Berita Utama
Dugaan Intimidasi Wartawan, Kades Masoso Disorot
Pendidikan
PONDOK TAHFIZ MEMBLUDAK




