Suara News - Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sumatera Bagian Tengah, Givo Vrabora, menegaskan komitmen organisasi untuk mengawasi persoalan strategis di Kabupaten Rokan Hulu dan wilayah Sumatera Bagian Tengah.
Givo menyampaikan komitmen ini usai menghadiri pelantikan pengurus HMI Cabang Rokan Hulu untuk periode 2026–2027 di Islamic Center Rokan Hulu. Ia menekankan tanggung jawab moral organisasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memastikan kebijakan publik berjalan dengan adil.
Menurut Givo, HMI tidak hanya berfungsi mencetak intelektual muda, tetapi juga mengawasi kebijakan pemerintah agar berpihak kepada rakyat dengan cara yang transparan. Ia menyatakan perlunya HMI hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual untuk mengawal kebijakan strategis, serta menawarkan solusi melalui kajian akademik dan dialog dengan pemangku kepentingan. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah pengelolaan lahan hasil penertiban kawasan hutan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), yang saat ini dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara melalui skema kerja sama operasional dengan masyarakat. Givo mendukung penataan kawasan hutan sebagai langkah penegakan hukum, namun menekankan pentingnya pengelolaan yang transparan dan akuntabel.
BADKO HMI Sumatera Bagian Tengah berencana untuk mengawal implementasi kebijakan melalui kajian akademik, dialog, dan penyampaian rekomendasi kepada pemerintah. Selain isu lahan, Givo menyebutkan HMI juga akan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, tata kelola sumber daya alam, serta perlindungan lingkungan hidup. Ia berharap kepengurusan baru HMI Cabang Rokan Hulu dapat memperkuat pengabdian kepada masyarakat dan membangun tradisi intelektual, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.