Suara News - Banjir yang disebabkan oleh luapan sungai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengakibatkan dua warga dilaporkan hilang terseret arus. Kedua warga tersebut adalah Tohari alias Pak Has (40) dari Desa Patemon dan Jaelani dari Desa Sumberanya, Kecamatan Jatibanteng, yang hilang pada Sabtu (7/3/2026).
Banjir terjadi pada Sabtu malam, dipicu oleh luapan Sungai Lubawang yang menerjang Desa Kalianget. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyatakan bahwa kejadian ini lebih besar dibandingkan banjir yang terjadi sebelumnya pada 21 Januari. Informasi awal menunjukkan bahwa kedua korban diduga terseret arus sungai saat berada di sekitar lokasi aliran air.
Iptu Agus Nurahmadi, Kapolsek Besuki, menjelaskan bahwa kedua korban hilang saat mencari rumput di sekitar sungai. Keluarga dan warga setempat telah melakukan pencarian sejak kemarin petang, namun hingga kini belum ditemukan. Jaelani dilaporkan hilang setelah panen jagung di kawasan sungai dan diduga terbawa arus saat melintas di Dam Goa.
Berdasarkan data dari BPBD Situbondo, banjir telah berdampak di enam kecamatan, termasuk Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Jatibanteng, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit, dengan berbagai desa terdampak kerusakan infrastruktur dan rumah. Pemerintah daerah telah meningkatkan status tanggap darurat untuk penanganan pascabencana banjir ini.