Bau Busuk Akibat Pengelolaan Sampah di Buntok
Suara Utama

Bau Busuk Akibat Pengelolaan Sampah di Buntok

Suara News - Warga Gang Tajuk dan Gang Kenanga di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, telah lima tahun terpaksa menghirup bau busuk akibat masalah pengelolaan sampah yang tidak teratasi. Upaya protes warga terhadap kondisi ini tidak membuahkan hasil, dengan pemerintah daerah terkesan saling lempar tanggung jawab.

Awal Kejadian

Pemkab Barito Selatan memusatkan pembuangan sampah ke lahan aset daerah di sisi Gang Tajuk, menjadikannya sebagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) darurat. Keputusan ini diambil setelah penolakan warga terhadap bak kontainer sampah yang didirikan di lahan milik masyarakat. Kini, TPA tersebut telah overload dan tidak mampu menampung jumlah sampah yang terus meningkat.

Perkembangan

Kondisi lingkungan semakin memburuk, terutama saat hujan atau angin kencang, yang menyebabkan gas metana dari tumpukan sampah menyebar ke permukiman. Warga mengeluhkan bau menyengat yang merusak kenyamanan, bahkan memasuki rumah dan tempat usaha di sekitarnya. Masyarakat, terutama anak-anak, terpaksa menghirup udara yang tercemar, menambah kekhawatiran akan kesehatan mereka.

Kondisi Terakhir

Keluhan resmi mengenai dampak bau sampah telah diajukan warga ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sekitar satu tahun lalu, namun eksekusi pemindahan TPA terhambat karena kesulitan menemukan lokasi baru. Lurah Hilir Sper mengakui bahwa mereka hanya berfungsi sebagai jembatan koordinasi, sementara wewenang penuh ada di tangan DLH. Hingga saat ini, belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini, sementara warga terus berjuang menghadapi dampak dari situasi yang ada.

You can share this post!