Suara News - Media sosial kini menjadi bagian integral dari kehidupan umat Muslim, menawarkan peluang untuk dakwah sekaligus risiko terhadap moralitas.
Pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah memberikan kesempatan untuk menyebarkan syiar Islam secara luas. Dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 125, umat Islam diperintahkan untuk menyeru ke jalan Tuhan dengan hikmah dan pelajaran yang baik.
Melalui platform digital, jutaan orang dapat dengan cepat mendapatkan pencerahan iman. Namun, kebebasan di dunia maya juga membuka kemungkinan penyebaran hoaks, ghibah digital, dan adu domba. Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 12 menegaskan pentingnya menjaga lisan dan perilaku dari mencela dan mencari-cari kesalahan orang lain. Kecanduan media sosial dapat menyebabkan kelalaian, yang berakibat pada berkurangnya waktu untuk ibadah dan produktivitas, sesuai dengan hadits yang menyatakan bahwa tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.
Pentingnya bijak bermedia sosial di era disrupsi informasi menjadi semakin jelas, mengingat setiap tindakan di dunia maya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan. Digital takwa menjadi batasan yang diperlukan agar aktivitas di media sosial tidak menuntun pada kerugian spiritual.