Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, khususnya di Kelurahan Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara, terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat setempat. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada tahun 2025, kebakaran ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial warga.
Seluruh responden yang terlibat dalam survei mengungkapkan bahwa kebakaran lahan di daerah mereka masih sering terjadi. Mereka menyebutkan bahwa penyebab utama kebakaran adalah kelalaian manusia, seperti pembuangan puntung rokok sembarangan dan pembakaran sampah. Selain itu, pembukaan lahan dengan api juga menjadi faktor pendorong yang signifikan. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa aktivitas manusia merupakan pemicu terbesar kebakaran di Indonesia.
Lima dari lima responden mengonfirmasi bahwa asap dari kebakaran lahan selalu mencapai permukiman mereka. Hal ini berakibat pada penurunan kualitas udara yang signifikan, serta memicu berbagai masalah kesehatan di kalangan warga. Beberapa dampak kesehatan yang paling dirasakan adalah sulit bernapas, mata perih, dan penurunan jarak pandang.
Dampak nyata dari kebakaran lahan ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pihak berwenang dalam penanganan masalah kebakaran hutan dan lahan. Upaya pencegahan dan penanganan yang lebih efektif sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga lingkungan di wilayah tersebut.