Kehadiran jalur mass rapid transit (MRT) di Jakarta diproyeksikan akan menjadi pendorong signifikan bagi permintaan berbagai segmen properti di kawasan ibu kota pada tahun mendatang. Peningkatan permintaan ini diharapkan akan terjadi di sektor perkantoran, ritel, hunian vertikal, hingga perhotelan, terutama di area yang terletak di sepanjang jalur MRT.
Kepala Divisi Transit Oriented Development (TOD) MRT Jakarta, Aditya Laksmana S, mengungkapkan bahwa saat ini MRT Jakarta tengah mengembangkan sembilan kawasan TOD. Konsep ini bertujuan untuk memusatkan pembangunan residensial, komersial, dan fasilitas publik di sekitar stasiun MRT. Dengan demikian, diharapkan dapat mendorong konektivitas antar-moda transportasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
Melalui pengembangan TOD, diharapkan kawasan sekitar stasiun MRT tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga pusat aktivitas yang mendukung gaya hidup masyarakat urban. Hal ini mencakup penyediaan berbagai fasilitas seperti pusat perbelanjaan, area hijau, serta hunian yang nyaman dan terjangkau.
Dengan langkah-langkah ini, MRT Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai sistem transportasi massal, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan infrastruktur urban yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.