Jakarta—Komunitas warga bertajuk “Gerak Jakarta” hadir untuk menyuarakan aspirasi warga kota yang merasa berisiko terpinggirkan di tengah percepatan pembangunan dan berbagai rencana besar Jakarta.
Ketua Umum Gerak Jakarta, Dhini Mudiani, mengatakan gerakan tersebut lahir dari keresahan atas pertumbuhan kota yang berlangsung cepat, namun kerap meninggalkan warganya. Ia menuturkan, Gerak Jakarta berangkat dari percakapan sehari-hari di lingkungan kampung hingga obrolan di warung kopi, serta dorongan untuk tidak lagi diam.
“Gerak Jakarta” disebutnya bukan sekadar organisasi atau perkumpulan, melainkan gerakan yang memilih bertindak alih-alih menunggu.
Memasuki usia satu tahun, Gerak Jakarta berkembang menjadi ruang bersama bagi warga yang ingin terlibat aktif. Sejumlah kanal dan kegiatan disiapkan untuk mendorong partisipasi publik dalam membentuk Jakarta yang lebih adil, inklusif, dan manusiawi.
Dhini menyampaikan bahwa menjelang 500 tahun Jakarta, gerakan warga perlu menjadi bagian dari narasi besar kota. Menurutnya, warga tidak seharusnya hanya menjadi penonton, melainkan turut berperan sebagai pelaku, penulis sejarah, dan saksi.
Sekretaris Jenderal Gerak Jakarta, Achmad Zamzami, menambahkan bahwa gerakan tersebut akan terus bertumbuh dengan memperluas kolaborasi dan memperkuat solidaritas lintas komunitas.
Ia menegaskan, ukuran kota yang besar tidak semata ditentukan oleh bangunan dan infrastruktur, melainkan juga oleh siapa yang diperjuangkan di dalamnya.