Psikolog Ungkap Daya Tarik Gosip Selebriti dalam Kehidupan Sosial
Hiburan

Psikolog Ungkap Daya Tarik Gosip Selebriti dalam Kehidupan Sosial

Suara News - JAKARTA - Drama selebriti selalu berhasil mencuri perhatian publik. Mulai dari kabar putus cinta, perseteruan sesama artis, hingga isu di balik layar film atau konser, semuanya cepat menyebar dan ramai dibicarakan. Bahkan orang yang mengaku tidak suka gosip pun sering kali tahu detailnya.

Lalu mengapa gosip soal selebriti terasa jauh lebih menarik dibandingkan gosip tentang orang biasa? Menurut para psikolog, jawabannya tidak sesederhana karena rasa ingin tahu semata.

Menurut American Psychological Association (APA), gosip adalah percakapan atau komunikasi tentang informasi pribadi seseorang yang sering kali belum tentu benar. Isinya bisa sensasional, tapi tidak selalu bermaksud jahat.

Gosip sebenarnya adalah bagian alami dari kehidupan sosial manusia. Psikolog David Ludden, PhD menjelaskan gosip bukan selalu sesuatu yang buruk.

“Gosip pada dasarnya hanyalah berbagi informasi sosial. Setiap kali kita membicarakan orang yang tidak ada di tempat, itu sudah termasuk gosip,” kata Ludden, dikutip dari laman Everyday Health.

Dengan gosip, manusia belajar memahami lingkungan sosialnya tanpa harus mengalami semuanya sendiri. Kita jadi tahu siapa bisa dipercaya, situasi apa yang tengah terjadi, dan bagaimana sebaiknya bersikap.

Alasan utama gosip selebriti terasa lebih menggoda, karena kita merasa memiliki hubungan dengan mereka, meski tidak pernah bertemu langsung. Psikolog menyebutnya sebagai parasocial relationship.

“Kita membangun hubungan imajiner dengan figur publik. Kita mengikuti perjalanan hidup mereka, ikut senang saat mereka sukses, dan merasa dekat secara emosional,” jelas Ludden.

Lewat film, lagu, wawancara, dan media sosial, selebriti hadir dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya kabar tentang mereka terasa personal, seolah-olah membicarakan teman sendiri.

Berbeda dengan gosip tentang teman atau rekan kerja, gosip selebriti tidak berisiko merusak hubungan pribadi. Inilah yang membuatnya terasa aman.

“Bergosip bisa mempererat hubungan sosial. Gosip selebriti memberi bahan obrolan tanpa konsekuensi langsung bagi lingkaran sosial kita," beber psikolog Stephen Benning, PhD.

Tak heran jika gosip artis sering menjadi topik pembuka obrolan, baik saat kencan pertama, nongkrong, maupun di kantor.

Gosip selebriti juga berfungsi sebagai hiburan dan pelarian emosional. Saat hidup terasa berat, fokus pada drama orang terkenal bisa menjadi distraksi yang menyenangkan.

“Ketika hidup terasa melelahkan, mengikuti gosip selebriti bisa menjadi cara untuk menenangkan diri dan menjauh sejenak dari masalah pribadi," jelas psikoterapis Britt Frank.

Scroll berita artis atau media sosial membuat otak beristirahat dari tekanan, meski hanya sementara.

Tanpa disadari, sebagian orang menikmati gosip selebriti karena adanya rasa schadenfreude, kepuasan melihat orang lain mengalami kesulitan.

“Gosip selebriti adalah cara yang relatif aman untuk menikmati rasa puas atas kemalangan orang lain,” kata Britt Frank.

"Ini terasa lebih bisa diterima dibanding merasa senang atas kesulitan teman atau keluarga sendiri," lanjutnya.

Karena selebriti dianggap punya kehidupan yang sempurna, melihat mereka bermasalah bisa membuat orang merasa hidupnya sendiri tidak terlalu buruk.

Meski terlihat sepele, gosip selebriti bisa berdampak nyata, terutama di era media sosial. Komentar negatif, hujatan massal, dan tekanan publik bisa memengaruhi kesehatan mental para figur publik.

“Serangan bertubi-tubi di media sosial dapat menyebabkan dampak psikologis yang serius bagi selebriti." ujar Benning.

Maka dari itu, para psikolog mengingatkan pentingnya empati. Selebriti tetap manusia biasa, hanya saja hidup mereka berada di bawah sorotan publik.

You can share this post!