Pemerintah Jerman menegaskan bahwa warga Palestina harus terlibat aktif dalam setiap rencana pembangunan kembali Gaza yang hancur akibat konflik. Penegasan ini disampaikan setelah adanya gagasan rekonstruksi Gaza yang dipresentasikan dalam forum internasional.
Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Josef Hinterseher, menyatakan, "Penduduk Palestina di Gaza harus terus dilibatkan secara aktif dalam semua rencana, dan hak-hak mereka harus dijunjung tinggi." Pernyataan ini merujuk pada presentasi yang disampaikan oleh Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat, dalam peresmian Dewan Perdamaian di Davos, yang menggambarkan masa depan Gaza dengan berbagai rencana pembangunan.
Hinterseher mengungkapkan bahwa meskipun Jerman menyambut positif rencana Amerika Serikat untuk menggelar konferensi rekonstruksi Gaza, partisipasi warga Palestina tetap menjadi prioritas. "Pengumuman mengenai konferensi rekonstruksi adalah sinyal penting," katanya.
Sikap tegas juga disampaikan oleh Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman. Juru bicaranya, Lisa Royaee, menekankan pentingnya batasan dalam proses pembangunan kembali Gaza. "Ada garis merah yang jelas, yakni tidak boleh ada aneksasi dan fokus utama harus pada penduduk," ujar Royaee.
Pembentukan Dewan Perdamaian bertepatan dengan dimulainya fase kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza, yang telah menghentikan perang Israel di wilayah pendudukan Palestina. Dalam kurun waktu dua tahun, konflik ini telah mengakibatkan lebih dari 71.000 kematian.
Dewan yang dipimpin oleh Presiden AS, Donald Trump, awalnya dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza. Namun, mandatnya kemudian diperluas untuk mencakup pembangunan perdamaian di seluruh wilayah yang terdampak oleh konflik.