Kondisi Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, pada Sabtu, 13 Desember 2025, menunjukkan perkembangan positif setelah terjadinya banjir yang melanda wilayah tersebut selama 17 hari. Beberapa lokasi, termasuk pusat kota, mulai pulih dengan air yang surut, meskipun masih ada perkampungan seperti Simpang Tanjung dan jalan akses menuju tempat pengungsian yang masih tergenang.
Selama masa banjir, tinggi air sempat mencapai kepala orang dewasa dan bahkan melampaui bumbungan rumah, memaksa banyak warga untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi, seperti MAN 1 Langkat. Dengan menurunnya volume air, beberapa titik di Tanjung Pura telah kembali beraktivitas seperti biasa, dan sebagian pengungsi mulai kembali ke rumah mereka. Namun, masih terdapat sejumlah warga yang memilih untuk tetap tinggal di lokasi pengungsian.
Di tengah perbaikan situasi, para pengungsi melontarkan keluhan mengenai penanganan dan distribusi bantuan pasca bencana. Salah satu pengungsi, Fauziah, yang kini berada di MAN 1 Medan, mengungkapkan bahwa distribusi logistik tidak berjalan dengan baik. "Kendala tanpa air sudah 10 hari, terpaksa kami mandi menggunakan air banjir," tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa pembagian sembako tidak merata, sering kali baru dilakukan saat masyarakat mulai kembali ke rumah mereka.
Fauziah berharap agar pemerintah dapat memperbaiki infrastruktur yang berkaitan dengan pengendalian banjir, seperti hutan, waduk, dan benteng penahan air sungai. "Tolong benahi hutan, waduk, dan benteng-benteng penahan air sungai kami," harapnya.