Mahasiswa Papua Tengah Suarakan 18 Tuntutan dalam Aksi Mimbar Bebas
Sumber Foto: Suara Utama ID
Suara Utama

Mahasiswa Papua Tengah Suarakan 18 Tuntutan dalam Aksi Mimbar Bebas

Suara News - A A A

SUARAUTAMA,Nabire- Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi damai mimbar bebas di Pasar Karang Tumaritis, Nabire, Papua Tengah, Jumat (20/2) pagi. Aksi dimulai pukul 08.00 WIT dan berlangsung tertib hingga selesai.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tema “Cabut PSN, Tolak Militerisme dan Investasi di Tanah Papua.” Para peserta menyampaikan orasi secara bergantian, membentangkan spanduk, serta membacakan pernyataan sikap terkait situasi cabut PSN, Tolak Militerisme dan investasi di tanah Papua.

Koordinator lapangan aksi mimbar bebas, Marius Petege, dalam orasinya menyampaikan keprihatinan terhadap dampak peningkatan operasi keamanan dan ekspansi investasi yang dinilai memengaruhi kehidupan masyarakat adat Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petege menyebut sejumlah wilayah seperti Yahukimo, Intan Jaya, Nduga, Pegunungan Bintang, Maybrat, dan Boven Digul sebagai daerah yang terdampak situasi masih terjadi konflik.

BACA JUGA : Sidang Kasus Pengrusakan Pondok dan Kebun di Renah Alai, Saksi Beberkan Keterlibatan Terdakwa

Selain itu, massa aksi juga menyoroti pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua, termasuk program pengembangan pangan dan energi di Merauke yang dicanangkan pada masa pemerintahan Joko Widodo.

Mereka menilai sejumlah proyek tersebut perlu dievaluasi karena dianggap berpotensi berdampak pada lingkungan dan hak masyarakat adat Papua.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menyampaikan 18 tuntutan, di antaranya

Hentikan pendropan militer dan tindakan represif terhadap warga sipil di Tanah Papua

Mendesak TNI/Polri menghentikan penembakan dan penangkapan terhadap warga sipil tanpa alasan serta bukti hukum yang jelas.

Stop jadikan fasilitas rakyat rumah sakit ,sekolah, gereja, kantor pemerintah dan rumah warga sebagai pos militer di seluruh tanah papua.

Pemerintah hentikan perampasan tanah adat milik masyarakat adat papua.

Hentikan pembabatan hutan dan penanam kelapa sawit di seluruh tanah papua.

Proyek strategis nasional PSN dan berdampak merusak hutan seperti merauke dan seluruh tanah papua.

Kami mendesak pengusutan tuntas kasus pelanggaran ham berat di Papua

Kami menolak eksploitasi blok b wabu

Tuntaskan kasus soengama berdarah di intan jaya

Kami menolak 53 perusahaan yang direncanakan beroperasi di papua tengah

Kami menolak 2.670 perusahaan yang beroperasi di seluruh tanah papua.

kami menolak pembentukan daerah baru (DOB) dan pemekaran wilayah yang dinilai tidak melibatkan masyarakat Papua.

kami menegaskan kepada pemerintah papua tengah segera hentikan dan cabut izin perusahaan Ilegal maupun Legal yang beroperasi di papua Tengah.

Pemerintah segera usut tuntas tapal batas di kapiraya supaya tidak terjadi konflik horizontal.

Hentikan teror dan intimidasi terhadap Wartawan jurnalis papua dan berikan ruang Bebas bagi jurnalis seluruh tanah Papua.

polres nabire hentikan penangkapan liar.

Berikan keadilan bagi ibu dan 12 anak anak anggota Sipil puncak pelaku penembakan.

Berikan Penentuan nasib sendiri bagi bangsa papua barat.

BACA JUGA : Desas-desus PHK Massal Menggema, DPRD Berau Diminta Tak Sekadar Menonton

Aksi berlangsung dalam pengawasan aparat keamanan di Nabire papua Tengah. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif.

BACA JUGA : Dinsos Kabupaten Probolinggo Serahkan Bantuan 8 Unit Kursi Roda, Camat Tiris Mengapresiasi dan Ucapkan Terimakasih

Gerson Pigai menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai dan terbuka di ruang publik,tutupnya pigai.

Berita Terkait

Misteri Enam Jam di Makodim Sarko, Warga Merangin Keluar dengan Kondisi Mengenaskan

Bangun Generasi Berkarakter, SMA Negeri 1 Gunung Alip Hadirkan Seminar Parenting untuk Orang Tua

CCW Desak DPRD Gowa Bentuk Pansus, Soroti Temuan BPK atas Hibah Barang Rp3,2 Miliar ke PDAM Tirta Jeneberang

Sawah Pasca Panen Raya Hancur Dikeruk PETI, Azral Disebut Pelaku Awal: Warga Bukit Batu Merangin Minta Aparat Bertindak Tegas

Klarifikasi Kepala SMA Hayatul Islam Desa Roto Perihal Beredar nya Informasi Dugaan Pungli, Ini Faktanya

Longsor Mengancam. Perusahan Dan Pemerintah Hanya Diam, Kampung Tumbit Dayak di Lingkar Tambang Menanti Kepedulian

Gedung Perusahaan Milik Pengusaha Muda Lamongan Ludes Terbakar, Kerugian di taksir 150 juta.

Kisruh di Lokasi PETI Desa Tambang Besi Memanas, Perselisihan Alat Berat dan Pemilik Lahan Jadi Sorotan

Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terbaru

Nasional

Misteri Enam Jam di Makodim Sarko, Warga Merangin Keluar dengan Kondisi Mengenaskan

Berita Utama

Bangun Generasi Berkarakter, SMA Negeri 1 Gunung Alip Hadirkan Seminar Parenting untuk Orang Tua

Berita Utama

CCW Desak DPRD Gowa Bentuk Pansus, Soroti Temuan BPK atas Hibah Barang Rp3,2 Miliar ke PDAM Tirta Jeneberang

Berita Utama

Sawah Pasca Panen Raya Hancur Dikeruk PETI, Azral Disebut Pelaku Awal: Warga Bukit Batu Merangin Minta Aparat Bertindak Tegas

Liputan Khusus

PDI Perjuangan Makassar Rutin Turun ke Pasar, Pantau Harga Sembako Demi Menjaga Daya Beli Rakyat

Hukum

Hukum yang Mandiri Menuju Ekonomi yang Berdikari