Suara News - Untuk itu, ia sengaja mengundang para pelaku usaha ke Masjid Istiqlal sebagai tanda prihatin adanya gerakan boikot. Menurutnya, dunia usaha penuh tekanan dari berbagai sisi.
"Dunia usaha kadang-kadang diperas dari atas, selain pajak, masih ada juga permintaan macam-macam. Sementara ada orang juga ilegal, ya, enggak ada pungutan apapun. Kita jangan sampai membunuh ibu binatang," ucap Nasaruddin.
Kendati demikian, Nasaruddin menilai, tokoh agama perli memihak pada masyarakat yang tertindas, seperti para pelaku usaha. "Ditekan dari atas, digerogoti dari bawah, saingannya tidak sehat, banyak loncat pagar. Nah, dalam posisi seperti ini, harus kita bela mereka, supaya masuk kategori tertindas," ucap Nasaruddin.
"Kita doakan mereka. Sampai pikir diundang ke sini untuk membangun apa di Istiqlal, tidak. Saya tidak akan minta. Bahkan makan siang di sini itu uang Istiqlal. Ini ingin memberikan dukungan, supporting kepada dunia usaha. Karena tanpa dunia usaha, enggak mungkin Indonesia bisa survive," pungkasnya.