Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar pelantikan pejabat struktural dengan cara yang tidak biasa. Acara tersebut berlangsung di Terminal Pasar Inpres Kalianda, Rabu (4/2/2026), di mana sebanyak 22 pejabat administrator dan 7 pejabat pengawas dilantik oleh Bupati Radityo Egi Pratama. Pelantikan ini disaksikan langsung oleh para pedagang dan masyarakat di sekitar pasar.
Suasana pelantikan yang biasanya berlangsung di ruang rapat resmi, kali ini dipenuhi oleh puluhan pejabat Pemkab Lampung Selatan. Selain melakukan pelantikan, 7 pejabat struktural juga diberikan tugas tambahan sebagai Pelaksana tugas (Plt) di beberapa posisi, termasuk kepala dinas dan kepala bidang.
Bupati Egi menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pelantikan di tengah masyarakat memiliki makna tersendiri. Ia menekankan bahwa pengabdian tidak selalu berada dalam kondisi yang nyaman. "Saya lantik bapak ibu semua di tengah-tengah masyarakat, disaksikan langsung para pedagang. Ini adalah realita yang terjadi hari ini," ujar Bupati Egi.
Lebih lanjut, Egi menegaskan bahwa integritas seorang aparatur tidak hanya diukur dari penampilan, tetapi juga dari kejujuran dan hasil kerja yang nyata. Ia berharap para pejabat dapat merasakan langsung dinamika kehidupan masyarakat yang sesungguhnya.
Bupati Egi menekankan pentingnya pejabat untuk bekerja dengan empati dan kesadaran terhadap kondisi riil di lapangan. "Jangan yang sudah naik jabatan merasa menjadi pejabat lalu lupa daratan. Kita harus bekerja dengan hati, melihat realita. Hari ini pasar kita banyak yang mengeluhkan sepi," ujarnya.
Dalam pelantikan ini, Egi juga mengingatkan bahwa keputusan penempatan pejabat telah melalui proses selektif yang panjang. Ia meminta agar seluruh pejabat yang dilantik dapat menghidupkan semangat Lamsel Betik, yang berarti bebas dari transaksi ilegal dan korupsi.
Bupati Egi juga menekankan agar penggunaan anggaran dilakukan dengan hati-hati dan tepat sasaran. "Hati-hati penggunaan anggaran. Jangan sampai tidak tepat sasaran atau ada main-main. Saya sudah remind dari sekarang," tegasnya.
Menurut Egi, integritas, kejujuran, dan kebersihan dalam menjalankan amanah adalah fondasi utama birokrasi yang dipercaya oleh masyarakat. Dengan pelantikan di ruang publik ini, diharapkan dapat menjadi simbol bahwa jabatan tidak hanya ada dalam keheningan, tetapi selalu hadir dalam melayani masyarakat.