Penerjemahan Al Quran ke dalam Bahasa Makassar Dialek Lakiung Memasuki Uji Publik
Denyut Publik

Penerjemahan Al Quran ke dalam Bahasa Makassar Dialek Lakiung Memasuki Uji Publik

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama Indonesia mengumumkan bahwa proses penerjemahan Al Quran ke dalam bahasa Makassar, khususnya dalam dialek Lakiung, telah memasuki fase uji publik. Inisiatif ini diusung oleh Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan (PBAL2K).

Kepala Pusat PBAL2K, M. Sidik Sisdiyanto, menjelaskan bahwa penerjemahan Al Quran ke dalam bahasa daerah merupakan langkah krusial untuk menghidupkan makna Al Quran dalam konteks lokal. "Terjemahan Al Quran ke dalam bahasa daerah diharapkan dapat menyampaikan nilai-nilai moral dan akhlak dengan lebih dekat kepada masyarakat," ungkapnya di Jakarta pada hari Jumat.

Sidik menegaskan pentingnya validasi terjemahan yang tidak hanya mempertimbangkan ketepatan makna, tetapi juga keindahan bahasa dan kekuatan dakwah. "Kami ingin agar Al Quran tidak hanya menjadi teks berbahasa asing, tetapi juga menjadi sahabat dalam bahasa ibu, yang memperkuat identitas keislaman yang rahmatan lil alamin," tambahnya.

Pada tahap uji publik ini, Sidik menyatakan bahwa tanggung jawab akademis akan dibagi bersama, seraya menjadi bagian dari semarak literasi keagamaan yang sedang didorong. "Semua ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pemilihan diksi dan menjaga konsistensi, karena terkadang satu istilah dapat memiliki banyak varian," jelasnya.

Sidik juga memberikan apresiasi kepada Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Kembong Daeng, atas dedikasinya yang telah bertahun-tahun menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Makassar. Ia berharap program ini dapat menjadi bagian dari gerakan literasi keagamaan yang inklusif dan transformatif.

"Kami akan terus berikhtiar untuk menjembatani teks kitab suci dengan realitas umat. Hingga saat ini, sudah ada 30 terjemahan ke dalam bahasa daerah, dan kami berharap jumlah ini akan terus bertambah," tutup Sidik.

Saat ini, terjemahan Al Quran dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia telah mencakup sekitar 30 bahasa, dengan harapan untuk terus berkembang di masa mendatang.

You can share this post!