Dhaka, MINA – Penghitungan suara dalam pemilihan nasional Bangladesh resmi dimulai pada Kamis, 12 Februari 2024. Proses pemungutan suara ini diadakan setelah puluhan juta warga negara memberikan suara untuk memilih pemerintahan baru. Pemilihan ini menjadi penting setelah penggulingan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada tahun 2024, yang dipicu oleh protes yang dilakukan oleh generasi muda, khususnya Generasi Z.
Akhtar Ahmed, sekretaris senior Komisi Pemilihan Umum, menyampaikan kepada wartawan bahwa meskipun angka partisipasi warga belum diumumkan secara resmi, terdapat indikasi kuat bahwa keterlibatan pemilih cukup tinggi. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menentukan arah politik negara mereka.
Dengan latar belakang situasi politik yang dinamis, pemilihan ini menjadi momen penting bagi Bangladesh untuk menetapkan kepemimpinan baru dan menghadapi tantangan yang ada. Seluruh perhatian kini tertuju pada hasil penghitungan suara yang diharapkan dapat diumumkan dalam waktu dekat.