Suara News - Selama bulan Ramadan, warga Cirebon resah akibat aksi balap lari yang kerap dilakukan oleh sekelompok remaja di jalan raya pada dini hari, dengan dugaan adanya taruhan yang mencapai jutaan rupiah.
Balap lari berlangsung di jalan Syehdatul Khafi, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, dimulai sekitar pukul 00.00 WIB. Kegiatan ini mengakibatkan penutupan akses jalan dan berlangsung selama satu hingga dua jam setiap malam.
Seorang pedagang setempat, Yanto, menyatakan bahwa peserta balap lari tidak berorientasi pada olahraga, melainkan diduga terlibat dalam taruhan antar peserta. Informasi yang diperoleh dari penonton menyebutkan bahwa jumlah taruhan dapat mencapai jutaan rupiah, dengan sistem patungan di antara mereka yang ingin berpartisipasi.
Selain itu, keberadaan kelompok remaja ini menyebabkan ketakutan di kalangan pengguna jalan lainnya, yang mengira mereka adalah anggota geng motor. Banyak warga yang memilih untuk memutar balik karena merasa terancam oleh kerumunan tersebut.
Warga setempat berharap aparat berwenang dapat meningkatkan patroli di lokasi kejadian untuk menghentikan aktivitas balap lari yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.