Manager ULP Menggala: Ada 14 Tiang Listrik Terdampak Cuaca Buruk dan Hujan
A A A
SUARA UTAMA, Tulang Bawang-
Suara kekecewaan pelanggan terhadap layanan Perusahaan Listrik Negara, PT. PLN (Persero) di pertambakan Dipasena, Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Lampung, semakin nyaring terdengar. Sebabnya listrik PLN sering padam, apalagi saat musim hujan dan angin saat ini.
Keluhan pelanggan disebabkan usaha yang digeluti mayoritas masyarakat Bumi Dipasana, adalah budidaya udang Vanamei. Sangat tergantung dengan kincir sebagai aerator, satu jam saja kincir mati akan menyebabkan masalah pada udang. Dan itu adalah alamat kerugian bagi petambak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Thowilun, seorang pelaku budidaya udang beralamat di Kampung Bumi Dipasena Utama, memberikan komentarnya terkait pelayanan listrik pertambakan Dipasena. Ia menyayangkan kondisi jaringan PLN yang rentan terhadap cuaca. Listrik padam begitu ada gerimis atau angin. Sangat merugikan petambak, sepertinya PLN belum layak disebut mendukung produksi udang Nasional dari budidaya udang Dipasena.
BACA JUGA : Aktivis Geram dan Akan Adukan ke APH, Diduga Warga Kota Probolinggo Serobot Lahan Dinkes Kabupaten Probolinggo
“Faktor rendahnya kualitas jaringan, kurangnya gardu, termasuk kurangnya titik fuse cut out , fasilitas dan personil pelayanan teknis saat ada masalah jaringan adalah hal yang harus dibenahi, karena bila ada pemadaman listrik dan udang mati yang rugi ya konsumen” Kata Thowilun.
Pelanggan lain, Markus, petani tambak udang di Kampung Bumi Dipasena Jaya, menuturkan khusus di blok 6, 7 dan wilayah 61 kampung Bumi Dipasena Jaya, ada lebih dari 20 titik kerusakan dalam sebulan terakhir dan itu pasti ada pemadaman bahkan pernah padam selama 12 jam, sebabnya mulai dari pecah kramik, kabel jatuh, kabel putus, tiang miring dan roboh hingga gardu travo meledak.
BACA JUGA : Oknum Warga Sukabumi Diduga Serobot Lahan Milik Dinkes Kabupaten Probolinggo Telah Puluhan Tahun
“Seingat saya ada 20 kali pemadaman di kampung kami, saya tau ini karena hampir setiap ada kerusakan di area blok 6,7 dan 61, saya ikut serta bersama personil pelayanan teknis jaringan listrik (YANTEK) PT.PLN Gardu Induk Dipasena,” kata Markus.
Petambak Blok 5 Kampung Bumi Dipasena Agung, I Ketut Subangga, mengungkapkan kekhawatirannya bila ada hujan, petir dan angin. Menurutnya saat ini beliau sedang tebar dengan densitas padat, yakni 100 ribu ekor benur perkolam tambak, ada dua kolam tambak yang dioperasikan.
“Walau sudah diantisapi dengan pengadaan Genset mandiri, tetap saja hati ini berdebar dan was -was kalau ada hujan dan angin, contoh saja semalam (25/1) sampai dini hari. Hampir 5 jam listrik PLN mati, terpaksa engkol Genset , kalau tidak, udangnya mati, tapi akan ada tambahan biaya operasional karena harus beli solar.” Kata Ketut.
BACA JUGA : Aktivis Geram dan Akan Adukan ke APH, Diduga Warga Kota Probolinggo Serobot Lahan Dinkes Kabupaten Probolinggo
Terpisah menurut Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Menggala PT.PLN (Perasero), Irvan Eduardo Purba, Jumat (26/1) saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa cuaca buruk, hujan deras membuat tanah tergurus dan tiang listrik PLN terdampak, sebanyak 14 tiang rusak.
“Atas kejadian ini kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan setia PLN, kami sedang berjuang proses recovery dan penormalan”. Kata Irvan
Berita Terkait
Kebijakan Penghangusan Kuota Internet Digugat ke MK
Penegakan Hukum Indonesia di Persimpangan Das Sein dan Das Sollen
PMK 111/2025 Perkuat Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak Mulai Berlaku 2026
PERMA 3/2025 Dinilai Perkuat Kepastian Hukum Penindakan Kejahatan Pajak
Emas, Batu Bara, dan SUN Masuk Fokus Kebijakan Fiskal Pemerintah Menuju 2026
Libur Nataru 2026, Wisata Edukasi Milkindo di Malang Selatan Dipadati Pengunjung
Eko Wahyu Pramono: Realisasi Keuntungan Menjadi Kunci Pajak Investasi
Status Subjek Pajak Tak Lagi Formalistik, Ini Pokok Aturan PER-23/PJ/2025
Berita ini 479 kali dibaca
Tag : Dipasena PLN rawajitu tambak Udang
Berita Terbaru
Nasional
Terindikasi Tidak Memiliki PBG, Menjadi Misteri Titik Koordinat Gedung Yang Diduga Industri Rokok Desa Bulang
Berita Utama
Ahli Waris Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur melaksanakan ziarah ke makam pahlawan besar Bumi Batiwakkal
Berita Utama
Tersebar dugaan isu yang berkembang berkaitan dengan pembayaran uang muka pada proyek pembangunan RSUD Abdul Rivai
Artikel
Legalisasi Tambang Emas Rakyat di Kalimantan Tengah: 5 Kabupaten Jadi Fokus Utama
Berita Utama
Lapas Bangko Fasilitasi Pernikahan Warga Binaan, Suasana Haru Warnai Prosesi
Berita Utama
Diduga Kebal Hukum, Aktivitas Dompeng Milik Ta’at Dekat Pesantren Dhuafa Bangko Resahkan Warga