Dalam pertandingan Piala Eropa 2021 antara Denmark dan Finlandia, pemain sepak bola Denmark, Christian Eriksen, mengalami kolaps yang mengkhawatirkan. Insiden tersebut memicu respon cepat dari kapten tim, Simon Kjaer, yang menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa di saat-saat kritis.
Ketika Eriksen tiba-tiba jatuh di tepi lapangan, Kjaer segera mendekati dan memeriksa kondisi rekannya. Ia memanggil nama Eriksen dan menepuk tubuhnya, namun tidak mendapatkan respons. Dalam situasi tersebut, Kjaer mengambil langkah penting untuk memastikan keselamatan Eriksen dengan memeriksa posisi lidahnya agar tidak menutupi saluran napas.
Langkah ini sangat krusial mengingat saat seseorang tidak sadarkan diri, ada risiko bahwa lidah dapat menghalangi saluran pernapasan, yang dapat berakibat fatal. Kjaer juga memeriksa detak jantung dan napas Eriksen untuk memastikan aliran oksigen tetap berjalan.
Setelah memastikan bahwa jalan napas Eriksen aman, Kjaer melanjutkan dengan memberikan pertolongan pertama, yakni melakukan resusitasi jantung paru (CPR). Teknik ini sangat penting dalam situasi darurat untuk membantu orang yang mengalami kesulitan bernapas atau tidak memiliki detak jantung yang terdeteksi.
Sambil memberikan pertolongan, Kjaer segera meminta tim medis untuk datang. Ketika petugas medis tiba, ia mengarahkan rekan-rekannya untuk membentuk perisai guna melindungi Eriksen dari sorotan publik. Wajah cemas dan doa dari para pemain Denmark mencerminkan kekhawatiran mereka akan keselamatan Eriksen.
Setelah itu, petugas medis mengangkat Eriksen ke tandu dan membawanya ke Rumah Sakit Rigshospitalet. Tim Denmark, di bawah kepemimpinan Kjaer, tetap mendampingi dan melindungi Eriksen selama proses evakuasi.
Kekasih Eriksen, Sabrina Kvist, yang panik dan sedih, juga mendapatkan informasi mengenai kondisi Eriksen dari Kjaer. Ia berusaha menenangkan Kvist yang terlihat sangat emosional dan bingung.
Pelatih tim nasional Denmark, Kasper Hjulmand, memberikan pujian kepada para pemainnya atas kekuatan mental yang ditunjukkan, meski pada akhirnya mereka kalah 0-1 dari Finlandia. Pertandingan tersebut terpaksa ditangguhkan selama hampir 1,5 jam setelah insiden kolapsnya Eriksen di menit ke-43.