Suara News - Warga Bojonegoro diimbau untuk berhati-hati terkait penipuan telepon yang menggunakan suara berbasis kecerdasan buatan (AI) menyerupai Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.
Beberapa waktu lalu, warga Bojonegoro menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat Kejari. Penipu tersebut mengklaim ingin berbicara langsung dengan korban. Suara yang dihasilkan terdengar sangat mirip dengan suara asli Kepala Kejari, namun diduga merupakan hasil manipulasi teknologi AI atau deepfake audio.
Kabar mengenai modus penipuan ini mencuat setelah adanya laporan dari internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Salah satu Kepala Dinas Bojonegoro mengaku menerima telepon mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat Kejari. Setelah melakukan konfirmasi kepada Kasi Intel Kejari, diketahui bahwa telepon tersebut adalah hoaks.
Dengan adanya informasi ini, pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan penipuan serupa yang memanfaatkan teknologi AI.