BENGALON — Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengunjungi Desa Persiapan Tepian Raya, wilayah pemekaran dari Desa Tepian Indah, Kecamatan Bengalon. Dalam pertemuan di balai pertemuan desa, warga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan dasar, mulai dari listrik hingga penanganan banjir.
Mahyunadi hadir bersama Anggota DPRD Kutim Masdari Kidang dan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bengalon. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka, dengan warga menyampaikan kondisi yang mereka hadapi sehari-hari.
Sekretaris Desa Persiapan Tepian Raya, Hamidi, menyebutkan sebagian warga masih bergantung pada sumber listrik terbatas. Menurutnya, penerangan di desa masih “menumpang” dan sebagian warga menggunakan PLTD, PLTS, atau aki sebagai sumber listrik.
Hamidi juga menyampaikan bahwa desa pernah menerima bantuan CCTV dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, namun perangkat tersebut belum dapat digunakan.
“Kami sudah mengajukan ke desa induk dan perusahaan terdekat, tapi belum bisa mengaktifkan lagi,” ujar Hamidi.
Selain persoalan listrik, warga juga menyinggung banjir yang masih terjadi saat musim hujan, meski disebut tidak parah.
Kepala Desa Tepian Indah, Quirinus Parwono Rasi, menjelaskan wilayah tersebut memang belum banyak tersentuh pembangunan pada masa sebelumnya. Ia mengatakan selama empat tahun menjabat, ia mengalokasikan Dana Desa setiap tahun untuk membantu pembangunan di Tepian Raya, namun kemampuan anggaran terbatas.
“Tapi apa dikata, karena kondisi keuangan kami pun tentunya tidak mungkin bisa meng-cover semua apa yang menjadi keinginan masyarakat,” kata Quirinus.
Menanggapi aspirasi warga, Mahyunadi menyebut laporan yang ia terima mencakup belum tersedianya listrik, air, serta persoalan banjir. Ia meminta pemerintah desa menyusun daftar kebutuhan prioritas sebagai dasar tindak lanjut.
“Nanti pak PJ Kades bikin list, apa saja yang menjadi prioritas. Mudah-mudahan tahun 2026 segera bisa kita anggarkan,” ujar Mahyunadi.
Untuk penanganan banjir, Mahyunadi menyatakan akan melibatkan perusahaan di sekitar wilayah tersebut. Sementara terkait listrik, ia menyebut akan menghubungi PLN agar ada tindak lanjut.
Pertemuan itu menjadi ruang bagi warga Tepian Raya untuk menyampaikan kebutuhan infrastruktur secara langsung kepada pemerintah kabupaten, sekaligus menunggu realisasi langkah yang dijanjikan.