Suara News - Jakarta (ANTARA) - Platform teknologi komunikasi real-time Agora memperkenalkan "Conversational AI Agent" untuk mempermudah penerapan teknologi voice AI dalam skala besar, terutama pada sektor customer service serta sales & marketing.
Solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan menghadirkan interaksi suara berbasis kecerdasan buatan yang lebih natural, responsif, dan dapat diandalkan dalam berbagai skenario layanan pelanggan maupun aktivitas penjualan.
Platform conversational AI milik Agora mengintegrasikan tiga komponen utama dalam satu sistem berkinerja tinggi, yakni Agent Studio, Conversational AI Engine, serta SDRTN® (Software-Defined Real-Time Network). Integrasi itu memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan agen percakapan berbasis suara secara lebih efisien dalam satu ekosistem teknologi.
Baca juga: Agora - FPT perkuat kemitraan digital berbasis AI di sektor perbankan
"Suara adalah cara paling alami bagi manusia untuk berkomunikasi. Namun, untuk menghadirkan conversational AI real-time dalam skala besar, dibutuhkan infrastruktur yang memang dirancang khusus untuk itu,” ujar Founder dan CEO Agora Tony Zhao dalam keterangan tertulis pada Kamis.
Melalui teknologi tersebut, Agora menghadirkan pengalaman percakapan yang lebih lancar dengan latensi rendah, kualitas suara yang tetap jernih meski berada di jaringan yang padat, serta respons yang lebih akurat bahkan di lingkungan yang bising.
"Dengan mengatasi tantangan latensi dan orkestrasi yang selama ini membatasi pengembangan voice AI, kami ingin membantu perusahaan menerapkan agen percakapan dalam skala besar tanpa mengorbankan kualitas pengalaman pelanggan," kata dia.
Baca juga: Agora dan HelloTalk bermitra hadirkan platform pembelajaran bahasa
Tony menambahkan, berbagai organisasi global saat ini mulai memanfaatkan kapabilitas tersebut untuk mentransformasi layanan pelanggan dengan volume interaksi tinggi sekaligus memperkuat aktivitas engagement outbound.
Di Indonesia, peluncuran teknologi ini dinilai relevan mengingat lanskap layanan pelanggan masih membutuhkan modernisasi yang signifikan.
Berdasarkan Contact Center Service Excellence Index 2025 yang dirilis CARRE CCSL (Center for Customer Satisfaction & Loyalty) terhadap 399 contact center dengan lebih dari 38.000 titik data kinerja, menunjukkan besarnya kebutuhan layanan pelanggan di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi penerapan agen AI untuk meningkatkan kecepatan respons, konsistensi layanan, serta ketersediaan dukungan pelanggan selama 24 jam.
Baca juga: Agora bermitra dengan OpenAI hadirkan SDK berbasis suara
Transformasi interaksi via Voice AI
Agora mengklaim teknologi voice AI yang dikembangkan mampu membantu perusahaan menjaga kualitas layanan sekaligus mengotomatisasi berbagai pertanyaan rutin dari pelanggan.
Beberapa contoh penggunaan meliputi pengingat janji temu, pembaruan status pengiriman, penanganan kendala teknis, hingga pertanyaan terkait tagihan.
Dengan kemampuan tersebut, perusahaan dapat menghadirkan layanan pelanggan otomatis selama 24 jam setiap hari tanpa waktu tunggu. Percakapan juga tetap terasa natural karena teknologi voice AI mampu mengenali interupsi dalam percakapan, sehingga interaksi berlangsung lebih alami seperti komunikasi manusia.
Di sisi lain, otomatisasi yang cerdas turut membantu meningkatkan efisiensi operasional serta tingkat penyelesaian kasus. Sistem juga memungkinkan proses eskalasi yang mulus kepada agen manusia ketika dibutuhkan, sehingga tim layanan dapat lebih fokus menangani permasalahan pelanggan yang lebih kompleks.
Baca juga: Google buat suara AI sangat mirip manusia
Selain untuk layanan pelanggan, Agora juga menghadirkan fitur AI Sales & Marketing Agents yang membawa kecerdasan percakapan ke dalam proses outreach.
Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai use case berdampak tinggi, seperti penagihan utang, pemrosesan pembayaran, kualifikasi prospek outbound, survei interaktif, hingga polling acara secara real-time melalui interaksi suara yang natural.
Executive Director dari FasesBI, Alejandro Pinto Villalba mengatakan telah mendapatkan kenaikan konversi sebesar 10 persen setelah menggunakan agen Voice AI. Angka yang sebelumnya sulit dicapai melalui panggilan manual.
"Agen ini mampu menyampaikan penawaran awal dan penjelasan insentif dengan sangat baik, sehingga kami dapat meningkatkan skala pengumpulan data dan distribusi insentif tanpa harus menambah jumlah tenaga operasional,” tutup dia.
Baca juga: CEO Perplexity: Agen AI bisa otomatisasi penuh pekerjaan eksekutif
Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.