Aksi Turis Asing Protes Suara Tadarusan di Gili Trawangan Memicu Tuntutan Deportasi
Suara Warga

Aksi Turis Asing Protes Suara Tadarusan di Gili Trawangan Memicu Tuntutan Deportasi

Suara News - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang turis asing perempuan mengamuk di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, viral di media sosial. Turis tersebut memprotes suara tadarusan yang menggunakan pengeras suara pada malam Bulan Ramadan, yang dinilai mengganggu kenyamanannya.

Awal Kejadian

Dalam video yang beredar, turis perempuan tersebut mendatangi sumber suara dan mengeluarkan kata-kata umpatan kepada warga yang sedang beribadah. Ia berusaha menghentikan aktivitas tadarusan yang berlangsung di tempat ibadah, memicu keributan dan cekcok mulut dengan sejumlah warga di lokasi.

Perkembangan

Tokoh masyarakat Gili Trawangan, Nursabandi, menyesalkan tindakan turis tersebut. Ia menyatakan bahwa protes seharusnya disampaikan dengan cara yang baik melalui pengelola wisata atau aparat desa, bukan dengan mengamuk di tempat ibadah. Nursabandi menjelaskan bahwa berdasarkan Awig-Awig Desa Gili Indah, penggunaan pengeras suara selama bulan Ramadan diperbolehkan hingga pukul 23.00 WITA, dan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WITA.

Kondisi Terakhir

Warga dan tokoh masyarakat mendesak pihak Imigrasi untuk mengambil tindakan tegas terhadap turis tersebut, termasuk kemungkinan deportasi, karena dianggap telah mengganggu ketertiban umum dan mencoreng citra pariwisata yang menghormati kearifan lokal. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat terkait untuk mencegah konflik lebih lanjut antara wisatawan dan warga lokal.

You can share this post!